- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Menolak Mengemis, Nenek Berusia 88 Tahun Ini Rela Menjual Keripik di Jalan untuk Menafkahi Keluarganya!

Erabaru.net. Di jalan Kolkata yang ramai, beberapa ruas trotoar penuh dengan semua jenis barang jualan yang dijajakan pedagang kaki lima.

Tapi salah satu dari mereka cukup menarik perhatian!

Seorang nenek berusia 88 tahun bernama Shila Ghosh menjual keripik buatan sendiri setiap malam.

[1]
YourStory

Pada usia di mana kebanyakan orang lebih suka menghabiskan waktu bersama keluarga, Shila terpaksa harus keluar rumah dan mencari uang.

Lahir di sebuah desa di Bengal Barat, Shila hidup dalam kondisi miskin.

Apalagi, selama masa itu, pendidikan untuk wanita dianggap tidak penting, dan dia telah menikah di usianya yang terbilang cukup muda.

Pernikahan memberinya kesempatan untuk bepergian ke seluruh pelosok India, karena pekerjaan suaminya.

Tapi semuanya berubah drastis saat suami Shila meninggal dunia.

[2]
YourStory

Pendidikan yang tidak pernah dia terima, Shila bertekad untuk membesarkan ketiga putrinya dan seorang putra.

Namun, tragedi lain menimpa Shila, dimana putri sulungnya harus meninggal dunia.

Anak bungsunya tidak bisa belajar karena kondisi mentalnya yang tak memungkinkan.

Hanya kedua anaknya yang bisa mengenyam pendidikan hingga ke universitas, tapi salah satunya harus putus sekolah karena menderita infeksi telinga yang parah.

Shila memusatkan seluruh energinya pada putranya yang masih normal untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan perkeretaapian India.

[3]
YourStory

Namun sayangnya, putra Shila didiagnosis menderita penyakit paru-paru pada 1993.

“Mereka berhenti membayar gajinya. Kami tidak punya cara untuk membeli makanan atau membayar perawatannya. Saya mulai meminjam uang agar bisa membayar biaya pengobatan putra saya,” kata Shilla pada YourStory.

Menurut Shila, pertama, mereka akan memompa 3 sampai 4 liter udara dari paru-parunya.

Berikutnya, mereka mencoba memompa 7 liter. Pada hari mereka memompa 11 liter udara, dia mengalami infeksi.

“Keesokan harinya dia langsung meninggal. Padahal dia baru berusia 47 tahun,” katanya.

Tak lama kemudian, Shila, bersama cucunya dan menantu perempuannya membuka usaha lilin yang mereka buat sendiri.

Lilin mereka memang cukup laku di pasaran, tapi keuntungan yang mereka dapat membuat mereka memikirkan kembali untuk melanjutkan bisnisnya.

Cucu Shila lalu datang dengan membawa ide menjual makanan ringan.

Namun, anak muda itu tidak pandai menjual produk, sehingga Shila-lah yang harus menanganinya sendiri.

“Saya mengatakan kepadanya agar ia membiarkan saya yang melakukan ini. Orang-orang akan melihat wanita tua yang terlihat tua, renta dan lemah ini kelelahan bekerja keras, sehinggga mereka tidak bisa menolak untuk membeli barang ini dari saya,” katanya.

Pada 2013, ketika sekelompok siswa menyumbangkan uang kepadanya, dia menerimanya dengan hormat namun meminta mereka untuk tidak melakukannya lagi.

Bahkan sekarang dia hanya menerima uang yang didapatnya dari penjualan.

Walaupun tubuhnya tampak lemah seiring bertambahnya usia, dia sering menolak untuk berhenti bekerja.

“Kenapa saya harus berhenti? Saya masih bisa melakukannya,” ujarnya.

[4]
YourStory

Pada usianya yang hampir menginjak umur kepala 9, dia merasa dirinya lebih kuat dari sebelumnya untuk mendukung keluarganya secara finansial.

Cucunya juga bekerja serabutan untuk membayar tagihan.

Upaya bersama mereka untuk mencari uang inilah yang mampu membuat keluarga kecil ini tetap bertahan. (intan/rp)

Sumber: www.ntd.tv

Video Rekomendasi: