Erabaru.net. Pada sebuah kereta api di suatu tempat, tampak sosok pria bernama Zhang Meng memejamkan matanya memulihkan stamina. Tiba-tiba, sayup-sayup terdengar isak tangis.

Zhang Meng terkejut, dan seketika matanya terbelalak, melihat seorang gadis di depannya. Mata gadis itu tampak bengkak memerah, ia menatap ponselnya sambil menyeka air matanya dengan tisu.

Ilustrasi tangisan (iStock)

Zhang Meng melihat sekeliling, penumpangnya sudah jarang, tampaknya kereta sudah mendekati stasiun terakhir, kedua deretan tempat duduknya hanya tersisa dia dan gadis itu.

Zhang Meng ragu sejenak, kemudian bertanya : “Kamu kenapa nona? Apa perlu bantuan?” Gadis itu menatapnya sejenak, lalu menggelengkan kepalanya.

Menyadari suasana yang canggung itu, Zhang Meng pun tidak bertanya lebih lanjut.  Jika tidak, nanti dicurigai yang bukan-bukan. Dia pun kembali memejamkan matanya,  pura-pura tidur.

Beberapa menit kemudian, dia merasakan seseorang menepuknya, lalu membuka matanya, ternyata gadis itu, “Maaf pak, boleh minta tolong?” kata gadis itu terbata-bata

“Ya, ada apa nona,”jawab Zhang Meng.

Gadis itu tampak bingung tidak tahu harus mulai dari mana, ia pun mengatakan dengan terbata-bata. Zhang Meng tampaknya paham apa yang mau dikatakan gadis itu. Gadis  bernama Shan-shan ini, ia dibesarkan neneknya, karena ibunya sudah meninggal sejak ia masih kecil.

Sekarang, neneknya tiba-tiba jatuh sakit, dan cukup serius, pihak rumah sakit telah memberitahu melalui surat pemberitahuan kritis.

Ilustrasi kamar pasien rumah sakit (Horton Automatics)

Shan-shan adalah cucu yang paling dicemaskan nenek, sekarang nenek terbaring sakit di ranjang pasien, harapan terbesar nenek sekarang ingin melihat pacar Shan-shan, cucunya.

Share

Video Popular