Erabaru.net. Seorang ayah asal Queensland, Australia ini harus melewati cobaan emosional yang menyakitkan setelah ia kehilangan anaknya.

Sikapnya yang mencolok saat mengikuti perlombaan lari maraton baru-baru ini adalah cara untuk menghormati jasad anak laki-lakinya yang baru lahir.

Ketika Troy Austin mendorong sebuah kereta bayi yang kosong, saat ia berlari di perlombaan Maraton yang berjarak 42 kilometer di Australia, beberapa pelari lainnya dan penonton kebingungan melihat sikap aneh Troy.

(Foto : Facebook | Troy Austin)

“Hei sobat, kamu telah kehilangan anakmu!” seru seorang wanita.

“Ya, maka dari itu aku melakukan hal ini,” jawab Troy singkat.

Dan ya, itulah mengapa dia berlari dengan mendorong kereta bayi yang kosong.

(Foto : Facebook | Troy Austin)

Dia ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan kematian putranya yang baru lahir. Putranya, TG, meninggal setelah ia dilahirkan sekitar satu setengah tahun yang lalu.

Pada bulan Januari 2016, dokter mengetahui bahwa bayi tersebut tidak memiliki detak jantung saat diperiksa melalui USG.

Pada 21 Januari, TG lahir dalam keadaan tak bernyawa. Troy dan istrinya, Kelly, menggendong TG di tangan mereka sampai Matahari terbit keesokan paginya.

“Kami pergi ke rumah sakit untuk melahirkan anak kami ke dunia, namun kami tak bisa membawanya pulang ke kamarnya. Bajunya tidak terpakai, tempat tidurnya menjadi tempat kosong yang tak pernah ditiduri…,” kata Troy kepada MailOnline.

Kesedihan yang dialami Troy dan Kelly akibat kehilangan TG benar-benar dalam dan menyakitkan.

Troy mengungkapkan, “Kami akan melakukan sesuatu terhadap bayi kami, tapi kami tak bisa melakukannya dan hanya bisa bersedih dan menangisi kepergiannya yang sangat singkat. Bahkan kami belum sempat berinteraksi dengannya,” katanya.

Troy memutuskan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan olahraga untuk membantunya mengatasi duka akibat kehilangan TG.

(Foto : Facebook | Troy Austin)

Troy berlari bersama dua temannya, Brett dan Robert, yang dengan sabar membantu Troy menjawab pertanyaan yang terus-menerus dilontarkan orang lain yang melihat sikap aneh Troy itu.

Troy mengakui bahwa teman-temannya bisa membantunya tetap tenang dan tak bersedih ketika terus mendengar pertanyaan seperti itu.

“Waktu terus berlangsung serangan itu tanpa henti,” Troy menulis dalam sebuah postingannya di Facebook , ” bahkan ada yang berkata dengan menggunakan pengeras suara, ‘Inilah pria tua gila paska kehilangan anaknya.’ Perkataan itu justru malah membuat mereka tertawa cekikikan.”

“Saya secara khusus tidak memasang tanda di kereta bayi sehingga pertanyaan akan diajukan,” katanya. “Saya hanya tidak menyadari berapa banyak reaksi akibat sikap saya ini.”

“Pada awalnya saya bisa menangani mereka dengan mudah, tapi kemudian saya tak bisa mengendalikan diri dan emosi saya saat saya berlari sejauh 30km dari start,” imbuhnya seperti dilansir 7 News Online .

Meskipun komentar berulang-ulang sulit diatasi Troy, dengan cara apa pun, dia berpikir bahwa orang-orang tersebut mengakui bahwa dia pernah memiliki seorang putra.

(Foto : Facebook | Troy Austin)

“Namun, saya berusaha mengendalikan diri saya dengan mengatakan kepada diri sendiri bahwa setiap kali ungkapan itu diteriakkan, mereka mengakui bahwa saya kehilangan anak saya … Orangtua yang telah kehilangan seorang anak ingin mendengar nama anak-anak mereka, mereka ingin tahu bahwa mereka masih dianggap ada,” dia berkata.

“Mereka mengakui bahwa TG adalah anak laki-laki saya.”

(Foto : Facebook | Troy Austin)

Beberapa tahun setelah kematian TG, pasangan suami istri ini kembali menyambut kelahiran seorang bayi laki-laki, yang diberi nama Samuel. Namun Troy mengatakan bahwa dia tidak akan pernah bisa menggantikan posisi TG.

“Kami tidak akan pernah melupakan TG, karena dia adalah anak kami untuk selamanya,” kata Troy. Mereka selalu mengingat TG setiap saat dalam acara keluarga, dengan meletakkan piring kecil di meja makan.(intan/yant)

Sumber: ntd.tv

Share

Video Popular