Erabaru.net. Wastafel stainless steel dapur Anda adalah “cawan petri”, yang menampung lebih dari 18.000 bakteri per cm persegi.

Pengetahuan ini tidaklah baru dan tidak mengejutkan karena wastafel menyajikan jalan pintas tercepat untuk segala jenis limbah.

Tetapi ternyata, apa yang melewati wastafel Anda bukanlah satu-satunya penyebab masalah kesehatan, menurut New Scientist.

Wastafel stainless steel dapat menimbulkan masalah yang sangat unik dibandingkan dengan wastafel yang terbuat dari porselen dan tembaga: peningkatan risiko penyakit Legionnaire.

Masalah muncul ke

tika pelapis semua permukaan stainless steel mulai terkikis, menciptakan tempat berkembang biak yang ideal untuk penyakit yang berpotensi mematikan ini.

Menurut Mayo Clinic, gejala penyakit Legionnaire dimulai sebagai nyeri kepala, nyeri otot, menggigil, dan demam tinggi, dan pada hari kedua timbul batuk berat disertai darah atau lendir, sesak napas, nyeri dada, masalah saluran pencernaan, dan perubahan saraf.

Dalam sebuah studi yang diawasi oleh Wilco van der Lugt, seorang insinyur keselamatan yang ahli mencegah terjadinya Legionnaire, tim peneliti menguji air dengan dan tanpa bakteri Legionella Anisa setelah melewati berbagai sistem keran air yang berbeda.

Sistem keran stainless steel menyediakan lahan subur bagi penyakit ini untuk bertahan hidup, di mana 50 persen dari semua tes menjadi positif untuk penyakit Legionnaire.

Terkikisnya lapisan pelindung pada perlengkapan stainless steel menyebabkan karat, dan karat memungkinkan bakteri Legionella Anisa berkembang biak.

Biasanya, jika air keran tidak terkontaminasi, maka Anda terbebas dari penyakit ini.

Tetapi bakteri Legionella dapat muncul di banyak tempat aneh, seperti bak air panas, jadi adalah sangat aman jika Anda mencurigai sesuatu.

Penyakit ini telah meningkat selama 15 tahun terakhir, jadi agar tidak menjadi statistik, ikuti panduan European Center for Disease Prevention and Control dan pertahankan keran air panas Anda antara 50-60 derajat Celcius.(vivi/yant)

Sumber: rd.com

Share

Video Popular