Erabaru.net. Citra manusia “sempurna” memang selalu dipromosikan secara luas di industri fashion, dengan menggunakan sebuah display manekin.

Inilah yang mendorong sebuah organisasi amal Swiss, untuk meluncurkan sebuah proyek khusus, yakni dengan menciptakan manekin yang dimodelkan dari tubuh para penyandang cacat dalam kehidupan nyata, dan menampilkannya di jendela butik fashion di samping manekin reguler.

Pro Infirmis, sebuah organisasi amal yang didirikan khusus untuk memperhatikan kaum penyandang cacat, datang dengan ide unik, yakni untuk membuat suatu proyek yang mewakili orang-orang dengan tipe tubuh yang paling berbeda.

Mereka meminta Jasmin Rechsteiner, seorang pemenang Miss Handicap, yang memiliki cacat tulang belakang, dan Erwin Aljukić, seorang aktor dengan penyakit tulang rapuh, untuk berpose sebagai model dasar pembuatan manekin disabilitas, menurut HuffingtonPost.

(Foto : Screenshot | Pro Infirmis )

Setelah memotret modelnya dan melakukan pengukuran yang tepat, manekin dicetak sesuai gambar mereka.

Kampanye tersebut direncanakan untuk Hari Penyandang Disabilitas Internasional yang diselenggarakan oleh Pro Infirmis.

Para manekin khusus ini disiapkan bersama manekin reguler untuk dijadikan model memajang pakaian atau gaya fashion di etalase toko fashion di sepanjang jalan raya utama Zurich, Bahnhofstrasse, Swiss.

(Foto : Screenshot | Pro Infirmis )

Anggota Dewan Eksekutif Pro Infirmis, Mark Zumbühl percaya bahwa penting bagi orang untuk memahami realitas kehidupan.

Dia berkata, “Kita sering mengejar cita-cita dan bukannya menerima kehidupan dengan segala keragamannya. Kami berusaha untuk membuat orang lain menerima mereka yang terlahir dengan atau memiliki kondisi berbeda dengan kita”.

(Foto : Screenshot | Pro Infirmis )

 

(Foto : Screenshot | Pro Infirmis )
(Foto : Screenshot | Pro Infirmis )
(Foto : Screenshot | Pro Infirmis )

Proyek ini lahir karena sebuah keyakinan bahwa apa yang dipuji di masyarakat tidak harus selalu memiliki sesuatu yang sempurna atau yang bisa diterima semua orang.

Para model manekin yang biasa menjadi model pajangan fasion mereka juga harus untuk memasukkan ragam bentuk tubuh, misalnya dengan mengiklankan orang-orang difabel.

manekin
(Foto : Screenshot | Pro Infirmis )

Coba lihat video yang menyentuh ini dan bagaimana proyek itu disebut “Because who is perfect? (Karena siapa yang sempurna?)” lahir.(intan/yant)

Sumber: ntd.tv

Share

Video Popular