Erabaru.net. Mayor Ramesh Shanmugham baru berusia 21 tahun saat ditugaskan sebagai perwira infanteri ke Batalyon 4 Resimen Madras, India.

Dia baru memiliki 2 tahun pengalaman saat mendapatkan jabatan seorang ajudan batalyon.

Terlebih, saat itu India sedang berperang dengan Pakistan pada tahun 1965.

Ramesh menceritakan kisahnya tentang bagaimana dia menghadapi musuh tanpa rasa takut.

Dia cerita bagaimana pena menyelamatkan nyawanya dalam pertempuran.

Dia pertama kali ditempatkan sebagai anggota brigade di daerah pegunungan.

Tapi saat perang India dengan Pakistan berlangsung, Ramesh dan pasukannya diminta untuk berperang di dataran karena mereka membutuhkan lebih banyak tentara yang bisa ditempatkan di Pakistan.

Sebaliknya, Pakistan sedang menuju India melalui daerah Chumb, yang berbatasan langsung dengan daerah Akhnoor, India, yang merupakan lokasi strategis militer yang penting.

The Better India

Pada malam yang mengerikan, 7 September 1965, batalyon Ramesh diminta pindah ke Pakistan dan ditempatkan desa Maharajkey.

Dua batalyon lainnya, dari brigade mereka, berbaris bersama mereka namun terhenti di perbatasan internasional, karena perang tersebut tidak diumumkan secara resmi.

Tentara bergerak secara sembunyi-sembunyi  menuju ke Pakistan saat tiba-tiba senapan mesin musuh melepaskan tembakan.

Itu adalah pertumpahan darah yang cukup mendebarkan, karena tentara India tidak pernah mengantisipasi penembakan dadakan tersebut.

Banyak tentara terluka dan tewas.

Ini adalah pertama kalinya Ramesh mengalami kejadian secara langsung.

Dia melihat rekan-rekannya dan teman-temannya terjatuh tak berdaya di sekitarnya.

The Better India

Ramesh pun bergerak maju, untuk mengambil alih senapan mesin yang menembaki tentara tersebut.

Share

Video Popular