Erabaru.net. Selalu ada pelabuhan yang sepi, yaitu rumah.

Di sana ada seorang ibu yang selalu menanti kepulanganmu.

Saat ada ibu, kamu tidak merasakan apa pun dengan kehadirannya!

Tapi ketika ibu tidak ada, kamu akan merasa ada yang hilang…!

Semasa kanak-kanak, kita seperti seorang anak yang liar, bermain seharian di luar, hanya pada saat lapar, lelah, baru pulang ke rumah.

Hal pertama yang dilakukan setelah pulang ke rumah adalah mencari ibu.

ILUSTRASI. (Internet)

Kata pertama yang diucapkan begitu masuk ke rumah adalah berteriak memanggil “ibu.”

Setelah melihat bayangan ibu yang sibuk, mendengar jawaban ibu, hati pun merasa tenang. Lalu, mulai makan.

Setelah kenyang, lalu kembali bermain lagi.

Setelah besar, hal pertama yang dilakukan begitu masuk ke rumah masih saja mencari-cari ibu.

Belum juga meletakkan tas sekolah, langsung sibuk mencari-cari ibu.

Setelah melihat ibu, sang ibu pun tersenyum sambil berkata, “Dasar bocah, gak cape apa membawa-bawa tas (Sekolah).”

Mungkin ibu tidak tahu, atau barangkali tahu juga, saat mencari ibu, sama sekali tidak tahu apa itu capek.

Dengan adanya rumah sendiri yang sederhana, dimana pada saat luang, pikiran pun menerawang, “Mau kemana ya baiknya?”

ILUSTRASI. (Internet)

Kalau tidak ada tujuan, maka pulang ke rumah adalah pilihan terakhir.

Rumah ini adalah penantian saya selamanya. Begitu mendorong pintu, dan tidak terlihat ibu, tapi batang hidung ayah, lalu ngobrol santai bersama ayah.

Tapi, mata ini selalu menatap pintu, menanti kehadiraan ibu.

Saat ibu pulang, hatiku pun seketika merasa lega.

Begitulah, tidak peduli kapan dan di mana pun, atau statusnya, selalu rindu ingin pulang ke rumah melihat-lihat, dan berteriak memanggil ibu dulu sesaat setelah tiba di rumah.

Pulang ke rumah dan langsung mencari-cari ibu dulu, adalah kebiasaan yang dikembangkan tanpa sadar selama bertahun-tahun.

Inilah kebahagiaan hidup, dan mungkin, mereka yang masih memiliki ibu itu sama seperti yang saya rasakan.

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular