Video: Wisatawan Menangkap Momen Gempa Meksiko yang Kuat dari Sebuah Perahu Dekat Mexico City

111
Rekaman ini diambil oleh seorang turis Amerika dari sebuah kapal di Xochilimco, Meksiko, saat gempa berkekuatan 7,1 mengguncang Meksiko pada 19 September 2017. (Alyne Tamir via Storyful)

Erabaru.net. Seorang turis Amerika bernama Alyne Tamir sedang berada di Mexico City untuk keperluan syuting sebuah acara TV, saat gempa berkekuatan 7,1 mengguncang daerah tersebut pada hari Selasa, 19 September.

Turis ini berhasil mengabadikan momen ketika Mexico City diguncang gempa, dari kapal turis yang ia naiki di Xochilimco.

Alyne mengatakan bahwa berada di sebuah kapal selama gempa itu “sangat menakutkan,” dan menggambarkan pemandangan itu sebagai “gelombang dan air yang cukup mengerikan, dan muncul entah dari mana.”

Gempa tersebut telah menewaskan setidaknya 217 orang, hampir setengah diantaranya merupakan warga kota. Gempa ini terjadi 32 tahun setelah gempa 1985 yang pernah mengguncang dan meluluhlantahkan Mexico City.

Kurang dari dua minggu yang lalu, sebuah gempa mengguncang daerah dekat negara bagian Chiapas di perbatasan dengan Guatemala, dan menewaskan hampir 100 orang.

Bangunan runtuh dan ribuan orang dievakuasi saat gempa tersebut terjadi, sesaat sebelum tengah malam pada tanggal 7 September lalu.

Presiden Meksiko, Enrique Peña Nieto mengatakan bahwa ini adalah gempa terkuat yang melanda negara itu dalam satu abad, dengan getaran yang dirasakan berasal dari kejauhan 650 mil dari Mexico City.

Akibat gempa tersebut, puluhan bangunan roboh, cadangan gas bocor, bahkan juga memicu kebakaran hebat akibat arus pendek di beberapa rumah di kota Mexico City.

Tim penyelamatan sedang berusaha mencari korban melalui puing-puing bangunan dalam pencarian di sekolah Enrique Rebsamen di Mexico City, Meksiko, pada 19 September 2017. (Carlos Jasso / Reuters)

Tim petugas penyelamatan harus membersihkan puing-puing bangunan sebuah sekolah dasar pada hari Rabu, 20 September, agar mereka bisa mengevakuasi 22 mayat anak-anak dan dua mayat orang dewasa. Sebanyak 30 anak dan 12 orang dewasa lainnya masih dinyatakan hilang, kata Nieto.

Salah satu petugas mengatakan bahwa seorang guru dan dua siswa telah mengirim pesan teks dari dalam reruntuhan pagi itu. Orangtua murid pun berpegang pada harapan bahwa anak-anak mereka bisa ditemukan dalam kondisi hidup.

“Kami tidak tahu apa-apa tentang nasib yang menimpa anak perempuan saya,” kata Adriana D’Fargo, 32 tahun, kepada Reuters. Ia telah menunggu berjam-jam untuk mengabarkan kabar tentang putrinya yang baru berusia 7 tahun.

Sekolah telah ditutup tanpa batasan waktu karena jutaan orang masih terisolasi, dan jumlah pengungsi yang membludak di tempat penampungan, setelah mereka kehilangan rumah akibat gempa.

Nieto mengatakan bahwa prioritas mereka saat ini adalah menyelamatkan orang-orang yang terjebak dalam bangunan atau rumah, dan untuk mengobati orang sakit atau mengalami luka dan memar.

Tentara dan tim penyelamatan bekerja di lokasi gedung yang roboh setelah gempa mengguncang Mexico City pada 20 September 2017. (Henry Romero / Reuters)
Orang-orang memanjat puing bangunan yang roboh setelah gempa melanda Mexico City pada 19 September 2017. (Ginnette Riquelme / Reuters)
Tim penyelamat bekerja di lokasi gedung yang runtuh pada 20 September 2017, setelah gempa mengguncang Mexico City sehari sebelumnya. (Henry Romero / Reuters)
Orang-orang membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh setelah sebuah gempa mengguncang Mexico City pada 19 September 2017. (Ronaldo Schemidt / AFP / Getty Images)

(intan/asr)

Sumber : ntd.tv

Reuters Berkontribusi Atas Laporan Ini