Oleh Reuters

SEOUL / WASHINGTON – Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Presiden A.S. Donald Trump setuju untuk memberikan tekanan yang lebih kuat melalui sanksi terhadap Korea Utara setelah tes nuklir dan rudal yang dilakukan negara tersebut, kata kantor kepresidenan Korea Selatan setelah percakapan via telepon dilakukan oleh kedua pemimpin tersebut, pada hari Minggu kemarin.

“Kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat kerja sama, dan menerapkan sanksi yang lebih keras dan praktis terhadap Korea Utara, supaya negara itu menyadari bahwa tindakan provokatif yang dilakukannya akan menyebabkan isolasi diplomatik dan tekanan ekonomi yang lebih besar lagi,” kata juru bicara Blue House Park Soo-hyun dalam sebuah briefing yang disiarkan televisi.

Pihak Blue House mengatakan bahwa Moon dan Trump telah dengan keras mengecam peluncuran rudal yang dilakukan oleh Korea Utara baru-baru ini, dan sepakat bahwa kedua negara akan bekerja sama dengan masyarakat internasional untuk menerapkan resolusi terbaru Dewan Keamanan PBB, resolusi 2375, kata Park.

Duta Besar A.S. untuk PBB Nikki Haley juga mengatakan pada hari Minggu bahwa Dewan Keamanan PBB telah kehabisan opsi mengenai program nuklir Korea Utara, dan Amerika Serikat mungkin harus menyerahkan masalah tersebut ke Pentagon.

Duta Besar A.S. untuk PBB, Nikki Haley menghadiri briefing harian di Gedung Putih, Washington pada 15 September 2017. (REUTERS / Carlos Barria)

“Kami telah kehabisan semua hal yang bisa kami lakukan di Dewan Keamanan pada saat ini,” kata Haley kepada “State of the Union” CNN, menambahkan bahwa dia sangat senang menyerahkan masalah ini kepada Sekretaris Pertahanan James Mattis. “Kami mencoba setiap kemungkinan lain yang kami miliki, namun ada banyak tindakan militer sebagai pilihan.”

Oleh Cynthia Kim dan Doina Chiacu

Sumber: theepochtimes

Share

Video Popular