- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Korea Utara Mengabaikan Perkataan, yang Diucapkan Trump pada Pidatonya di Depan Majelis Umum PBB

Oleh NTD Television  [1]

Diplomat tertinggi Korea Utara tidak mengindahkan ancaman Presiden Donald Trump, yang dinyatakan Trump belum lama ini pada hari Rabu, 20 September. Dia menyamakan ancaman Trump tersebut dengan gonggongan anjing.

Trump dalam pidato pertamanya ke Majelis Umum PBB pada hari Selasa, 19 September, mengatakan bahwa dia akan “menghancurkan secara total” Korea Utara, jika rezim komunis itu terus mengancam Amerika Serikat ataupun sekutu-sekutunya, kata New York Post [2] melaporkan.

Namun Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong Ho mengabaikan ancaman Trump.

“Jika dia berpikir, dia bisa menakut-nakuti kami dengan suara gonggongan anjing, itu benar-benar adalah mimpi anjing,” kata Ri kepada wartawan di New York, di luar hotelnya.

Menurut media Korea Selatan “mimpi anjing” mempunyai makna sebagai sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal. Kata-kata itu juga mengacu pada sebuah ungkapan Korea Utara yang berarti “tetap berlangsung sekalipun anjing menggonggong,” kantor berita Yonhap [3] melaporkan.

Dalam pidatonya di PBB, Trump mengecam [4] rezim komunis Korea Utara, dengan mengatakan bahwa rezim itu bertanggung jawab atas kematian dan kelaparan jutaan orang warganya.

Berbicara tentang pemimpinnya, Kim Jong Un, Trump berkata, “Rocket Man (Manusia Roket) sedang melakukan misi bunuh diri untuk dirinya sendiri dan untuk rezimnya.”

Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki kekuatan dan kesabaran yang besar, namun juga mampu menghancurkan Korea Utara jika dipaksa untuk mempertahankan diri ataupun mempertahankan sekutu-sekutunya.

Ketika Ri ditanya apa tanggapannya terhadap julukan baru Trump untuk Kim Jong Un sebagai “Rocket Man.” Dia menjawab, “Saya merasa kasihan pada ajudan-ajudannya.”

Baru kemarin Trump menyalahkan kebijakan mantan Presiden Bill Clinton yang mengizinkan Korea Utara untuk meneliti dan membangun senjata nuklir.

“Setelah mengizinkan Korea Utara untuk meneliti dan membangun senjata nuklir ketika menjabat sebagai Sekretaris Negara (yang juga dijabat oleh Bill C), sekarang Crooked Hillary juga mengkritiknya,” katanya di Twitter.

 

Menteri luar negeri Korea Utara ini dijadwalkan untuk berbicara dengan badan dunia pada hari Jumat, 22 September, menurut New York Post.

Ketegangan meningkat saat Trump dan pemimpin global lainnya semakin khawatir terhadap kemajuan Korea Utara akan aspirasi teknologi nuklir mereka.

Sekitar seminggu yang lalu pada 15 September, Korea Utara dilaporkan telah menembakkan rudal [6]kedua ke Jepang.

Kantor Berita Yonhap di Korea Selatan mengatakan pada Jumat pagi waktu setempat, bahwa sebuah rudal tak dikenal ditembakkan ke arah Timur dari daerah Pyongyang, ibu kota Korea Utara.

Rudal tak dikenal itu mencapai ketinggian sekitar 480 mil dan terbang sejauh 2.300 mil, menurut militer Korea Selatan-cukup jauh untuk mencapai Guam di wilayah Pasifik Amerika Serikat.

Rudal tersebut melewati pulau Hokkaido di bagian Utara Jepang, dan mendarat di Samudra Pasifik, kata pemerintah Jepang kepada warganya.

[7]
Shinzo Abe, perdana menteri Jepang, berbicara pada Pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di markas PBB, pada 20 September 2017, di Kota New York. (Drew Angerer / Getty Images)

Rudal Itu mendarat 1.240 mil dari Tanjung Erimo, di Hokkaido sekitar pukul 7:16 pagi waktu setempat.

Pihak militer negara Jepang tidak mencoba menembak jatuh rudal tersebut.

Jepang memperingatkan warganya untuk tidak menyentuh apapun yang terlihat seperti puing-puing dari rudal, dan untuk segera melaporkan apapun yang mereka temukan ke polisi, kata Japan Times melaporkan. (Jul)

Sumber: theepochtimes [8]