Erabaru.net. Baru-baru ini, seorang penulis dan juga ibu dari 4 orang anak, Jill Krause, melihat foto yang diambil oleh fotografer Katie Lacer, merasa sangat terharu menyaksikan perawat membantu ibu yang baru melahirkan!

Perawat dalam foto itu mendampingi dan menemani seorang wanita yang menyandang status sebagai ibu baru, yang melewati pengalaman paling berharga dalam sepanjang hidupnya.

Jill Krause menorehkan kesan di akun facebooknya :

“Saya tidak akan pernah melupakan para perawat yang membawa saya ke toilet pasca melahirkan, dan saya akan selalu mengingat wajah-wajah ramah mereka.

“Di saat saya merasa paling rapuh, lelah, takut, dan gemetar, mereka semua ada untuk saya. Dengan sangat hati-hati dan penuh perhatian mereka menjagaku, menghibur dan berbagi sakit yang kurasakan.

“Pada saat itu saya merasa di belakang saya ada segenap penduduk desa yang memberikan dukungan pada saya . Meski hanya sebentar di toilet, sang perawat dengan lembut meletakkan kantong es ke dalam celana dalam di toilet.

“Foto yang diabadikan teman saya MommaKT itu membawa saya kembali ke saat itu, bahkan saya juga masih ingat dengan jelas aroma itu.

“Mari kita bersama-sama mengucapkan terima kasih kepada para perawat dan dokter yang ikut membantu persalinan, serta mereka yang mengajari kita cara memasukkan es ke celana dalam! (Atau mereka yang mengajari kita cara mandi pasca operasi caesar).”

Baru satu hari, postingan ini telah dibagikan lebih dari 24.000 kali!

Dan dengan cepat, para ibu berkumpul bersama untuk berbagi pengalaman masa lalu mereka, dan puji syukur mereka atas bantuan para perawat itu !

Leigh Kathleen mengatakan :

“Saya tidak akan pernah melupakan di saat saya mendorong dengan keras, kemudian perlahan-lahan saya membalikkan wajah dari dada perawat, saat itu dia masih sibuk membersihkan keringat, air mata saya, lalu saya berkata, “Ya Tuhan, maaf suster!”

“Dan dia mengatakan,“Sayang, semua yang ada di pakaian kita ini adalah nyawa, selain di sini, saya tidak akan keman-mana,, ayo mari bersama kita bantu keluarkan anak ini.”

Tiffany Barnes mengatakan :

“Saya tidak akan pernah melupakan suster itu yang membawa saya ke toilet pasca melahirkan putri saya.

“Saat itu terjadi pendarahan pada saya, dan saya merasa sangat malu berdiri di sana. Tapi suster itu tidak cemberut sedikit pun, saya terus meminta maaf, tapi dia terus menghibur saya dengan mengatakan bahwa itu hal yang biasa.

“Saya juga tidak akan pernah lupa saat dia membantu saya membersihkan kaki saya, ketika itu saya terus berpikir, apa ini makna sebenarnya dari Tuhan ketika bersabda “cintailah tetanggamu”?”

Mandy Morrison mengatakan :

“Tidak ada yang benar-benar bisa mengutarakan situasinya pada saat seperti itu, ketika Anda baru melahirkan seorang anak, harga diri Anda juga menyertai anak itu seiring dengan kelahirannya di dunia.

“Juga orang-orang yang tidak pernah memikirkan perubahan fisiknya yang akan terjadi, serta rasa sakit dan lelah itu, rasanya lebih baik mati saja dalam situasi seperti itu. Dan para suster tahu dengan situasi ini, mereka juga menyadarinya. Terima kasih suster ! “

Lauren Self mengatakan :

“Saya dan suami kehilangan putri saya saat baru berusia 23 minggu. Tapi itu adalah peristiwa dua tahun yang lalu, pada Mei tahun lalu, kami berhasil melahirkan seorang anak laki-laki.

“Pada waktu itu semua suster yang saya kenal ada di sisi saya, tapi ketika detak jantung anak saya berhenti, mereka segera membawa anak saya ke ruangan NICU-Neonatal Intensive Care Unit (ruang perawatan intensif untuk bayi).

“Saat itu saya hanya bisa menangis, dan para suster yang mendampingi saya juga ikut menangis. Mereka menggosok dengan lembut punggung saya, menghibur saya dan membantu memberikan semangat, agar saya tetap tegar, dan melihat anakku di ruang NICU.”

Terima kasih kepada semua suster, terima kasih !

Benar-benar sangat menyentuh, dokter dan perawat sangat hebat, dan terima kasih pada mereka yang begitu peduli dan memperhatikan pada saat kita membutuhkannya !(jhn/yant)

Sumber: gigcasa.com

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds