Erabaru.net. Seandainya Anda seorang dokter, bertemu dengan pasien kanker stadium akhir yang tidak diberikan pertolongan darurat, “Apakah anda akan membiarkannya meninggal begitu saja di koridor rumah sakit? Atau mengatur/menyiapkan sebuah kamar pasien agar sang pasien bisa mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya?”

Kisah terkait berikut ini membuat ribuan netizen menangis haru!

ILUSTRASI. (Apple News)

Seorang dokter spesialis bedah membagikan pengalaman pribadinya tentang cerita terkait di atas.

Suatu malam ada seorang pasien kanker hati stadium lanjut, mukanya tampak kuning seperti lilin dengan perut bengkak, dan dipasangi NGT/ Nasogastric tube.

NGT adalah  semacam alat yang digunakan untuk memasukkan nutrisi cair dengan selang plastik yang dipasang melalui hidung sampai lambung.

Sementara tiga anak perempuannya yang masih belia memapahnya sampai ke rumah sakit.

Dokter piket yang bermaksud segera membantu pasien untuk pertolongan darurat, dicegah oleh dua anak yang lebih besar.

“Jangan intubasi, ayah saya bilang dia sudah cukup tersiksa, tidak mau bernapas seperti itu lagi, surat pernyataan apa yang harus kami tandatangan untuk melepaskan pertolongan darurat itu, kita semua setuju untuk menandatanganinya.”

ILUSTRASI. (Internet)

Setelah menandatangani surat persetujuan tersebut, akhirnya dokter mau tidak mau membantu mereka menyiapkan satu kamar pasien.

Namun, permintaan mereka ditolak dengan alasan kamar pasien penuh.

Akhirnya dokter darurat tersebut terpaksa menemui dokter spesialis bedah!

Dokter yang melihat anak-anak yang berdiri di koridor dengan cemas itu pun merasa tak tega, meski tahu pasien tidak akan bertahan lama, tapi akhirnya ia memutuskan juga “menerimanya”.

“Dokter Anda yang menerima pasien ini ya… sekarang harus merekam catatan medis rawat inap, kemudian membuat catatan medis rumah sakit!” kata direktur dokter spesialias bedah.

Sementara itu, kepala perawat senior dengan tegas mengatakan, “Tidak lebih dari 4 jam pasien ini akan segera pergi.”

ILUSTRASI. (Internet)

Dr. Huang meminta rekan-rekannya untuk mengisolasi kamar pasien, biar mereka sekeluarga bisa mengucapkan selamat tinggal.

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular