Erabaru.net. Seorang anak laki-laki dari Fort Collins, Colorado, menemukan jarum suntik hipodermik saat bermain di taman dan secara tidak sengaja menusuk jarinya. Ibunya takut bahwa dia sekarang berisiko terinfeksi penyakit HIV atau hepatitis.

Ia pun memperingatkan orangtua lain untuk berhati-hati dengan anak-anak mereka saat sedang bermain di luar, karena benda-benda berbahaya kemungkinan sangat besar dapat ditemukan di lingkungan sekitarnya.

(Foto : Facebook | Erin Johnson Gilmore)

Erin Johnson Gilmore, ibu dua anak dari Fort Collins, Colorado, AS, ini membiarkan anak laki-lakinya, Charlie yang berusia 4 tahun bermain di taman lokal. Dia tidak menyangka bahwa anaknya akan menemukan jarum suntik bekas pakai.

Saat mengumpulkan pinus di bawah pohon di dekat taman bermain, anak laki-laki itu melihat jarum suntik tersebut, mengira itu hanya benda kecil yang tidak berbahaya, dan memungutnya.

(Foto: Facebook | Erin Johnson Gilmore)

Kita hanya bisa membayangkan betapa mengerikan kejadian seperti itu bagi orangtua, termasuk Erin. Ia segera membawa anaknya ke Rumah Sakit Pusat Fort Collins. Dari situ, dia mengetahui bahwa masalah ini masih dianggap hal “biasa” di taman Fort Collins.

Dia juga melaporkan hal ini ke Kepolisian Kota Fort Collins, namun ia diberitahu bahwa “jika tidak ada seseorang yang dengan sengaja menusukan jarum tersebut ke jarinya, itu bukanlah termasuk sebuah tindak kejahatan,” dan mereka tidak akan memproses laporan Erin.

Erin pun menulis hal ini di Facebooknya : “Itu sangat mengecewakan, orang-orang yang seharusnya melindungi dan memastikan keamanan kita mengatakan bahwa itu bukan masalah besar. Apakah ini dapat dibenarkan?”

(Foto : Facebook | Erin Johnson Gilmore)

Erin pergi ke dokter bersama anaknya. Para tim dokter penyakit menular di rumah sakit anak-anak di Denver mengatakan bahwa tiga kekhawatiran terbesar akibat kejadian tersebut adalah anak Erin bisa terinfeksi HIV, hepatitis B, dan hepatitis C.

Untungnya jarumnya kecil, yang menurut para ahli, merupakan pertanda baik, namun pada sisi lain, itu tampak seperti jarum bekas pakai yang digunakan oleh para pengguna narkoba.

Erin menemani anaknya ke rumah sakit untuk menguji darahnya dilaboratorium. Mereka masih menguji kekebalan hepatitis B-nya dan melakukan tes HIV dan hepatitis C. Charlie juga kini telah mendapatkan vaksinasi untuk hepatitis B.

Erin berharap bahwa tidak ada hal buruk yang akan menimpa anaknya dan meminta pertolongan warganet dalam bentuk doa: “Tolong doakan agar Charlie agar tidak berakhir menderita HIV, hepatitis, atau penyakit serius dan berbahaya lain.”

Dan untuk orangtua lainnya di luar sana, Erin berpesan:”Untuk para orangtua di luar sana, harap perhatikanlah di mana anak-anak kalian bermain serta bagaimana lingkungan bermainnya! “(intan/yant)

Sumber: ntd.tv

Share

Video Popular