Erabaru.net. Kemoterapi bisa menjadi pengalaman mengerikan bagi hampir semua pasien penderita kanker. Termasuk salah satunya adalah ibu muda asal Texas sangat menyadari hal ini.

Mendapat dorongan dari beberapa temannya, dia pun mengunggah video online untuk berbagi dengan pasien lain dan berharap agar mereka bisa terinspirasi… sayangnya, dia harus mendahului kita semua di awal tahun ini.

Ana-Alecia Ayala dari Dallas,AS, meninggal pada Januari 2017 lalu, setelah ia kalah bertempur melawan sarkoma uterus, sejenis kanker langka selama setahun.

Dia berhasil menginspirasi banyak orang di Internet pada bulan Oktober 2016 dengan sebuah video yang diposting di halaman Facebook-nya, yang menunjukkan saat ia sedang menari dengan salah satu hits Meghan Trainor.

(Foto : Youtube Screenshot | Ellentube)

Menurut KVUE , Ayala didiagnosis menderita tumor langka di rahimnya pada bulan Desember 2015, saat dia mencoba untuk hamil bayi kedua.

Sebagian besar tumor telah diangkat beberapa minggu kemudian, namun tumor baru muncul di organ lain, tepatnya di limpa, menyebabkan dia harus menjalani kemoterapi intensif dan dirawat selama empat hari.

(Foto: Facebook | Ana-Alecia Ayala)

“Bagiku, rawat inap awalnya tidak enak. Berada jauh dari anakku yang baru berusia 3 tahun adalah bagian tersulit. Kami mengadakan pesta ulang tahunnya di ruangan kosong di rumah sakit pada Bulan Juli, dan para perawat masuk dan bernyanyi untuk anakku,” kata Ayala.

Tapi selama masa sulit ini, seseorang datang untuk menyelamatkan Ayala, bernama Danielle. Mereka pernah saling bertemu di sebuah kelompok kebugaran pada tahun 2015.

(Foto :Facebook | Ana-Alecia Ayala)

“Dia akan menemaniku saat aku menjalani sesi kemo. Dia selalu membawa majalah hiburan, seni dan kerajinan tangan demi bisa menghiburku. Hal-hal yang sebenarnya membuatku cukup terganggu.

“Tapi dia menyukai pesta dansa. Kami melakukan tarian untuk lagu “Me Too”nya Meghan Trainor untuk terakhir kalinya, tapi videonya tidak pernah diposting secara online. Kali ini dia mendorong saya untuk mempostingnya agar diketahui orang lain di luar sana,” ujarnya.

(Foto : Facebook | Ana-Alecia Ayala)

Ayala berharap bahwa videonya bisa menginspirasi orang lain untuk “tidak memandang kanker sebagai hukuman mati dan berusaha mengubah situasi yang paling buruk menjadi sedikit lebih baik”.

“Saya juga ingin mendorong pasien kanker lainnya untuk keluar dari zona nyaman mereka (seperti yang dilakukan Danielle) dan menjadi konyol, mengadakan pesta dansa, dan kami menikmati waktu bersama dengan bersenang-senang. Tertawa adalah obat terbaik dan aku berharap agar bisa membuat orang lain tersenyum, bahkan walaupun harus mengorbankan bakat tarian saya yang buruk. ”

(Foto : Youtube Screenshot | Ellentube)

Melalui videonya, dia berhasil menginspirasi jutaan warganet, bahkan setelah kematiannya.

Seseorang menulis, “Aku menyukainya!!! Anda sangat cantik dan pemberani! Aku terinspirasi !! ”

“Suka ini! Kamu adalah inspirasi bagiku. Terima kasih banyak telah berbagi video ini dengan dunia !!! “tulis warganet lain.

(Foto : Youtube Screenshot | Inside Edition)

Namun, takdir berkata lain. Ayala harus meninggalkan kegembiraan dunia ini, termasuk suaminya dan seorang anak perempuan berusia 3 tahun, serta juga teman penghiburnya, Danielle.

Selamat jalan Ayala, semoga kamu bisa istirahat di tempat barumu yang tenang.(intan/yant)

https://www.youtube.com/watch?v=AJ9KJ7WUZiA

Sumber: ntd.tv

 

Share

Video Popular