Iran telah mengujicoba sebuah rudal balistik baru yang mampu menyerang wilayah manapun di Timur Tengah serta Eropa Timur dan sebagian Asia, termasuk juga sebagian besar wilayah India, menurut media pemerintah Iran.Sebuah rekaman peluncuran rudal tersebut disiarkan oleh stasiun berita negara, beberapa jam setelah rudal tersebut diresmikan pada sebuah parade militer Jumat pagi, 22 September.

Rudal tersebut, yang disebut Khorramshahr, mampu membawa banyak hulu ledak dan memiliki jarak sejauh 2.000 km – senjata ketiga yang mampu menempuh jarak sejauh itu dalam persenjataan Iran, menurut Islamic Republic of Iran Broadcasting, sebuah stasiun televisi dan radio yang dikelola oleh pemerintah.

Rekaman tersebut mencakup gambar peluncuran dari berbagai sudut serta cuplikan dari kamera yang dipasang di rudal itu sendiri.

Rudal jarak jauh Iran terbaru, Khoramshahr, ditampilkan dalam parade militer tahunan yang menandai ulang tahun pecahnya perang 1980-1988 dengan Saddam Hussein pemimpin Irak, pada 22 September 2017, di Teheran. (STR / AFP / Getty Images)

Iran menegaskan bahwa pihaknya hanya mengembangkan program rudal untuk tujuan pertahanan. Bagaimanapun Israel, tetap menganggap apa yang dilakukan rezim Iran sebagai ancaman.

Presiden Donald Trump mengkritik Iran dalam pidatonya pada hari Selasa di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Pemerintah Iran menutupi suatu kediktatoran korup dengan kedok sebuah demokrasi palsu. Pemerintah ini telah mengubah sebuah negara yang kaya dengan sejarah dan budaya, menjadi negara yang ekonominya terkuras habis, yang ekspor utamanya adalah kekerasan, pertumpahan darah, dan kekacauan, “kata Trump. “Korban terbesar yang paling merasakan penderitaan dari kepemimpin Iran sebenarnya adalah rakyatnya sendiri. Alih-alih menggunakan sumber dayanya untuk memperbaiki kehidupan rakyat Iran, keuntungan minyaknya malah digunakan untuk mendanai Hizbullah dan kelompok teroris lainnya, yang membunuhi orang-orang Muslim tidak berdosa serta menyerang tetangga Arab dan Israel mereka yang damai.”

Pada hari Selasa, Israel menembak jatuh pesawat tak berawak yang diklaim sebagai buatan Iran, namun dioperasikan oleh kelompok teroris Hizbullah untuk melakukan pengawasan.

Sebuah rudal Patriot ditembakkan dari lokasi peluncuran gurun, pada 12 April 2005, di Israel selatan. (IDF via Getty Images)

Pesawat tak berawak itu ditembak jatuh dengan rudal Patriot saat memasuki zona demiliterisasi antara Syria dan Israel, di atas Dataran Tinggi Golan. (Jul)

Sumber: theepochtimes

Share

Video Popular