Erabaru.net. Denna meluruskan badannya, agar bisa melihat lebih jelas adiknya yang dibedong/swaddling.

Dia berbaring di atas pembaringan si bayi, dan dia mencium aroma obat di atas meja sebelah.

Ayah dan ibu memberitahu kepadanya bahwa penyakit adiknya sangat serius.

Dia tidak tahu apa yang terjadi sama adiknya, hanya tahu kalau dia nampaknya tidak begitu senang.

Dia selalu menangis, sekarang juga. Perlahan dia berbisik, “Dedek sayang, jangan nangis lagi ya.”

Dan ajaib, adiknya tidak menangis lagi, ia menatap kakaknya, dengan air mata berlinang.

Dia meraih tangan mungilnya, melihat jari-jarinya yang gemuk.

Jari tangan yang dipenuhi dengan keringat mencengkram satu jarinya seperti minta tolong. Denna mencengkram sebentar menghiburnya.

Saat itu, Denna mendengar pembicaraan orang tuanya di kamar sebelah.

Denna, meski baru berusia enam tahun, tapi dia tahu, ketika orang dewasa berbicara dengan nada suara rendah.

Itu adalah hal serius yang sedang dibicarakan. Denna yang berusia enam tahun ini penasaran, ia mencium adiknya sebentar kemudian berjinjit ke samping pintu.

Internet

Ayahnya berkata, “Operasi terlalu mahal biayanya, kita tidak sanggup membayarnya. Bahkan saya belum membayar tagihan terakhir ini”

“Sekarang hanya bisa berharap mukjizat menyelamatkannya,” jawab ibunya.

Denna tampak bingung, “Apa itu mukjizat ? Kenapa mereka tidak membelinya?”

Dia pun berlari masuk ke kamarnya, mengambil satu dolar dari celengannya. Dia mau pergi membeli mukjizat itu untuk adiknya!

Denna berlari ke supermarket di seberang rumahnya, dan tampak antrian panjang di kasir.

Denna pun menyelinap ke antrean, tapi orang-orang yang antri sepertinya tidak keberatan, malah ada yang merasa lucu melihatnya.

Untuk pertama kalinya Denna berbicara dengan kasir.

Si kasir menyunggingkan senyum cerah dan bertanya padanya, “Dedek manis, apa yang bisa saya bantu?”

“Terima kasih, saya mau beli mukjizat,” kata Denna.

Kasir berkata, “Maaf, mau beli apa?”

“Ya, adik saya sakit keras, saya mau beli mukjizat,” kata Denna.

Si kasir mengerutkan kening bingung.

Karena tidak berpengalaman menghadapi anak kecil, si kasir lalu berkata, “Siapa yang bisa membantu adik manis ini? Kita disini tidak menjual mukjizat dek.”

Seorang pria parlente bertanya, “Mukjizat apa yang dibutuhkan adikmu?”

Semua mata pun seketika tertuju pada si parlente, termasuk Denna.

“Saya tidak tahu, ayah ibu saya bilang dedek sakit keras, perlu operasi.”

Pria parlente itu lalu membungkuk, dan bertanya pada Denna, “Kamu punya uang berapa?”

“Satu dolar,” jawab Denna spontan.

Pria itu mengambil satu dolar dan berkata, “Saya pikir, harga sebuah mukjizat sekarang adalah satu dolar ini, ayo mari kita temui adikmu. Mungkin saya punya mukjizat yang kamu butuhkan.”

Beberapa bulan kemudian, Denna melihat adik laki-lakinya yang berdiri di atas tempat tidur.

Internet

Sementara orang tuanya berbicara dengan pria parlente itu, dan ternyata dia adalah seorang ahli saraf yang terkenal.

Ibu Denna berkata, “Dokter, kami masih belum tahu siapa yang membayar biaya operasi, Anda bilang seorang baik hati tak bernama, dia pasti telah menghabiskan banyak uang.”

Dokter itu merenung sejenak, “Tidak, dia hanya menghabiskan satu dolar dan keyakinan seorang gadis kecil.” (jhony/rp)

https://youtu.be/q9r-NKpPtqM

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular