Oleh NTD Television

Angkatan Udara Amerika mengungkapkan bagian dalam pesawat E-4B, sebuah pesawat yang dapat menjaga supaya pemerintahan tetap berfungsi berjalan, dan presiden tetap aman, seandainya terjadi perang nuklir.

Armada E-4B telah beroperasi sejak Perang Dingin. Pesawat ini dirancang untuk membuat Presiden dan anggota staf penting tetap aman di udara. Presiden, Kepala Staf Gabungan, dan sekretaris pertahanan dapat menyusun strategi dan mengkomunikasikan perintah di atas pesawat.

Salah satu armada E-4B selalu mengikuti presiden, ketika Presiden bepergian di atas Air Force One, dan ada satu yang mesinnya selalu dalam keadaan menyala di darat, sehingga bisa dengan cepat mencapai lokasi Presiden jika memang dibutuhkan.

Ketika mereka berada di langit dan beroperasi, mereka dikenal sebagai National Airborne Operation Centres. Dalam bahasa sehari-hari, mereka dikenal sebagai “Nightwatch” atau “Doomsday” atau bahkan “Air Force One When It Counts,” lapor New York Post.

Armada E-4B sebelumnya dijadwalkan untuk pensiun, namun kemampuan unik yang hanya dimiliki pesawat tersebut membuat pemerintah membiarkan armada ini tetap beroperasi. Hanya satu dari unit pesawat Armada E-48 yang telah pensiun sampai sejauh ini. Dan sisanya masih ada empat lagi.

Dengan kemampuan komunikasi serta daya tahan elektromagnetik dan nuklirnya yang canggih, pesawat tersebut menghabiskan biaya $ 250 juta untuk dibuat, dan $ 160.000 per jam untuk beroperasi.

Pesawat ini memiliki teknologi komunikasi paling kuno sampai paling canggih sehingga pemerintah dan militer dapat terus menjalankan fungsinya dari langit.

Pesawat ini juga bisa berkomunikasi dengan armada kapal selam nuklir Amerika, ketika komunikasi darat tidak bisa dilakukan.

Instrumen penerbangan yang ada di pesawat tersebut adalah teknologi analog rendah, karena teknologi ini lebih tahan terhadap serangan cyber.

Meski belum pernah diuji coba, pesawat ini didesain untuk bisa tetap berada di udara selama seminggu. Mereka bisa mengisi bahan bakar di udara. Sejauh ini, paling lama mereka berada di udara adalah selama 35,4 jam, laporan Daily Mail.

Kenyamanan yang ada di pesawat Presiden Air Force One, sebagian besar tidak ada di E-4B. E-4B lebih difokuskan untuk bertahan dan membantu menjalankan fungsi Presiden, dan bukannya untuk kenyamanan.

Pesawat armada E-48 adalah Boeing 747-200 yang sudah ditambah perlengkapan lain untuk menjalankan tugasnya.

Menurut situs militer Amerika Serikat, pesawat tersebut memiliki enam area di atas kapal yang terdiri atas area komando, ruang konferensi, ruang briefing, area kerja tim operasi, area komunikasi, dan tempat istirahat. ” Bergantung pada keadaan, hingga 112 orang bisa duduk di atas pesawat dengan empat mesin ini.

Tonjolan yang menonjol di bagian atas pesawat menjadi penghubung dengan dunia luar, untuk piringan satelit juga alat komunikasi lainnya di pesawat, yang memerlukan garis penglihatan yang jernih, foto dari CNET show.

Ada alat-alat lain yang lebih kecil di sepanjang badan pesawat untuk mendukung komunikasi pesawat ini. The Air Force Global Strike Command mengelola armada E-4B, dan dibutuhkan waktu hanya 15 menit saja bagi satu pesawat untuk siap terbang.

Pesawat serta tim pengelolanya beroperasi 24 jam sehari, dengan para spesialis yang menjalani pergantian tugas yang terus-menerus setiap hari. (Anggi/ Jul)

Sumber: theepochtimes

Share

Video Popular