Erabaru.net.  Ada banyak industri di Taiwan yang menghadapi masalah kekurangan tenaga kerja manusia, seperti misalnya merawat orangtua, sementara jarang ada yang mau bekerja mengoperasikan mesin dan pekerjaan lain yang lebih berat, dan berisiko.

Sehingga perlahan-lahan industri di Taiwan pun digantikan oleh pekerja asing, jumlah pekerja asing di Taiwan juga meningkat dari tahun ke tahun, dan permintaan tenaga kerja asing ini sangat menakjubkan.

Tentu saja, tidak hanya di Taiwan, beberapa negara yang relatif maju juga mempekerjakan pekerja asing, keluarga yang mampu secara ekonomi bahkan mempekerjakan perawat asing, atau pembantu rumah tangga.

Baru-baru ini, ada sebuah kisah yang sangat menyentuh antara majikan dan pembantunya.

Seorang pembantu asal Filipina yang telah mengabdi selama 25 tahun di rumah majikannya tiba-tiba lumpuh karena stroke.

Namun, majikannya yang berbudi ini bukan saja tidak mencampakkannya, sebaliknya merawatnya dengan telaten, dalamnya hubungan antara majikan dan pembantu ini membuat orang-orang yang melihatnya pun merasa sangat tersentuh.

Ibu Chen asal Singapura ini, telah mempekerjakan pembantu asal Filipina yang bernama Mico itu selama 25 tahun.

Sosok Mico yang berusia 57 tahun telah merawat dan membesarkan ketiga anak-anaknya sejak kecil, dan memiliki hubungan yang kental dengan Ibu Chen, sementara ibu Chen majikannya ini telah menganggap Mico sebagai keluarganya sendiri.

Tapi bulan lalu, putra sulung ibu Chen, Eugene, semula bermaksud membangunkan Mico untuk makan malam, namun dia melihat Mico tergeletak pingsan, dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Dan setelah didiagnosa dokter, barulah diketahui pembantunya menderita stroke hemoralgik yang menyebabkan separuh badannya lumpuh.

Untungnya, kondisi Mico sudah stabil, dan dipindahkan ke kamar pasien biasa, tapi sebelah badannya lumpuh, perlu bantuan alat pernapasan, dan mungkin tidak dapat berbicara lagi.

Hal ini membuat tuannya ikut sedih dan membicarakan hal ini sama keluarganya, bergiliran untuk menjaganya setiap hari, menemaninya bicara, meski Mico tidak bisa menanggapinya, tapi dalam hatinya ia merasa sangat bersyukur.

Setiap hari menjelang tidur, sekeluarga Chen selalu memberi semangat pada Mico, dan bahkan tuannya sendiri yang membantu memijatnya, pemandangan itu sungguh sangat mengharukan. “Saya bilang sama Mico, jangan pergi secepat itu sebelum menikmati masa senja,” kata Ibu Chen.

Dia merawat anak saya dengan sangat baik, dan sangat baik terhadap kita sekeluarga. Kami sekeluarga juga menyayanginya. “putra saya yang bungsu juga bilang : “Mico adalah bagian dari keluarga kami, saat ibu kami sedang sibuk, dia seperti ibu kedua kami.”

Selain tidak pernah meninggalkan perawatan Mico, Ibu Chen juga menanggung sebagian biaya, dan menggalang dana secara online, dengan harapan bisa mengumpulkan sekitar 90.000 dolar Singapura.

Dia membantunya pulang kembali ke Filipina, dan menyuruhnya tidak perlu mencemaskan mengenai proses pemulihan dan satu tahun untuk biaya hidupnya sehari-hari.

Benar-benar seorang majikan yang berhati nurani, sama sekali tidak menganggap Mico sebagai pembantu, sebaliknya membantunya semaksimal mungkin saat Mico sakit, meski antara majikan dan Mico ini tidak ada hubungan darah.

Tapi persahabatan dan persaudaraan yang terjalin selama 25 tahun pengabdiannya itu tidak dapat dipisahkan, Mico adalah bagian penting dari segenap keluarga.

Semoga Mico bisa segera sembuh, dan berkumpul kembali bersama sekeluarga ibu Chen.

(jhonny/asr)

Sumber : funpeer.com

Share

Video Popular