Erabaru.net. Anak-anak adalah orang-orang yang menentukan masa depan kita. Mereka adalah pembawa obor yang mengantarkan perubahan pada umat manusia. Terlepas dari peran penting yang mereka mainkan di masyarakat, anak-anak tidak dikecualikan dari menjadi sasaran kekejaman. GMB Akash, jurnalis foto Bangladesh, mengungkapkan satu kisah dua saudara laki-laki yang terpaksa melepaskan masa kecil mereka yang seharusnya untuk bermain dan belajar, menjadi untuk bekerja!

Ador dan Shohag adalah buruh anak di sebuah pabrik di Bangladesh. “Kami datang bekerja jam 7 pagi. Karena bekerja terus menerus, biasanya kami tidak melihat dan tidak sadar saat hari telah menjadi gelap di luar. Kami bekerja dalam kegelapan, di bawah lampu bohlam kuning, sinar matahari tidak masuk ke pabrik kami, “kata mereka dalam kutipan yang diterbitkan oleh fotografer tersebut.

Facebook : GMB Akash

Mereka tidak terlihat berusia lebih dari sepuluh tahun. Di usia dimana seharusnya anak-anak menghabiskan waktu untuk bermain dan belajar, anak-anak ini bekerja di pabrik gelap selama berjam-jam. ‘Terkadang saat listrik padam, kami bisa keluar, tapi sekarang kami sudah tidak suka bermain lagi. Kami merasa lelah, “kata mereka kepada sang fotografer.

Jam kerja yang panjang membuat mereka lapar, tapi anak-anak ini, yang hanya mendapatkan 1000 taka (sekitar Rp. 162.000) setiap bulan, dan mereka tidak mampu membeli nasi. “Kami menikmati roti gratis saat makan siang, saat Anda lapar semuanya terasa lezat. Sebenanrnya kami juga tidak merasa kenyang setelah memakannya,” kata mereka, namun begitu mereka kembali ke rumah, Ibu mereka memberi mereka nasi dan kentang tumbuk. “Sangat baik bagi orang miskin untuk makan kenyang sekali dalam sehari” mereka menambahkan.

Ilustrasi: India Education Diary

Meskipun roti di tangan mereka tidak cukup untuk mengenyangkan perut mereka, anak-anak ini tidak menahan diri untuk tidak memberikannya kepada Akash dengan mengatakan, “Silahkan ambil roti ini Pak, rasanya lumayan enak.”

Ador dan Shohag hanya dua dari jutaan dan miliaran pekerja anak di seluruh dunia. Kondisi kerja buruk telah merebut seluruh masa kanak-kanak mereka. Beberapa keluarga terpaksa mengirim anak mereka untuk bekerja, dalam kasus seperti itu pemerintah harus memberikan kebijakan yang lebih baik untuk mengatasinya.

Ilustrasi: Topyaps

Kebijakan memberi makan siang tengah hari di India telah menghasilkan efek yang bagus, terlihat dari peningkatan jumlah siswa yang masuk sekolah setelah kebijakan tersebut diberlakukan. Alasan utama untuk mengirim anak-anak bekerja adalah supaya menghasilkan uang untuk membeli makanan, sehingga jika urusan makanan telah terpenuhi, pasti ada perubahan yang mengarah pada perbaikan!

Jika Anda ingin membantu Ador dan Shohag, hubungi GMB Akash di sini (Jul)

Sumber: ntd.tv

Share
Kategori: ANAK-ANAK PARENTING

Video Popular