Oleh Reuters

BEIJING / HONG KONG – Bank sentral Tiongkok telah menginstruksikan kepada bank-bank di negara tersebut untuk secara ketat menerapkan sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap Korea Utara, empat narasumber mengatakan kepada Reuters, di tengah kekhawatiran A.S. bahwa Beijing belum cukup tangguh untuk ikut berperan mengatasi uji coba nuklir Pyongyang yang berulang.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara, telah meningkat sejak senjata nuklir keenam sekaligus yang terkuat, telah diujicoba oleh Pyongyang pada 3 September, yang kemudian mendorong Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menjatuhkan sanksi lebih lanjut minggu lalu.

Bank-bank Tiongkok menjadi sorotan karena peran mereka sebagai saluran untuk dana tetangga Tiongkok yang semakin terisolasi.

Sumber-sumber tersebut mengatakan bahwa bank-bank Tiongkok diperintahkan untuk berhenti memberikan layanan keuangan kepada nasabah baru Korea Utara, dan untuk mengurangi pinjaman kepada nasabah lama, menyusul sanksi yang lebih ketat terhadap Pyongyang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Nikki Haley (Kanan) berbicara dengan Duta Besar Tiongkok untuk PBB Liu Jieyi, sebelum memberikan suara pada sebuah resolusi yang dirancang AS untuk memperkuat sanksi terhadap Korea Utara, di Markas Besar PBB, di New York, pada 5 Agustus 2017 . (EDUARDO MUNOZ ALVAREZ / AFP / Getty Images)

Empat sumber tersebut mengatakan bahwa pemberi kredit diminta untuk sepenuhnya menerapkan sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap Korea Utara, dan diberi peringatan akan kerugian ekonomi dan risiko reputasi jika mereka tidak melakukannya.

Bank-bank Tiongkok menerima dokumen itu pada hari Senin.

Bank sentral Tiongkok sendiri tidak segera menanggapi permintaan tersebut.

“Saat ini, pengelolaan bisnis terkait Korea Utara telah menjadi isu politik tingkat nasional dan keamanan nasional,” menurut dokumen yang dilihat oleh narasumber.

Dokumen tersebut mengarahkan bank-bank Tiongkok untuk menjelaskan kepada para nasabah Korea Utara-nya bahwa “Bank kami mengindahkan keberatan internasional dan menerapkan sanksi PBB terhadap Korea Utara. Dengan demikian, kami menolak untuk menangani pinjaman individual yang terkait dengan Korea Utara. ”

Dokumen tersebut tidak menyebutkan apakah pemegang rekening dari Korea Utara masih dapat menyetor ataupun menarik uang dari rekening mereka.

Frustrasi karena Tiongkok tidak berbuat lebih banyak untuk mengendalikan Korea Utara, administrasi Trump mempertimbangkan sanksi baru terhadap Pyongyang, kata dua Periset senior Amerika Serikat kepada Reuters.

Empat Bank Negara terbesar Tiongkok telah memberikan layanan keuangan kepada nasabah baru Korea Utara, Reuters melaporkan pekan lalu, dengan beberapa tindakan yang sudah dimulai pada akhir tahun lalu. (Jul)

Sumber: theepochtimes

Share

Video Popular