Oleh NTD.TV

Dengan ketegangan antara Korea Utara dan Amerika Serikat yang semakin meningkat, para pejabat California-pun bersiap untuk hal terburuk, mendesak lembaga-lembaga setempat untuk memandang ancaman serangan nuklir dari negara komunis tersebut dengan serius.

Pusat Intelijen Regional Bersama Los Angeles mengeluarkan sebuah laporan pada bulan Agustus, yang berjudul “Pertimbangan Respon Terhadap Serangan Nuklir,” memperingatkan para petugas darurat dan penegak hukum disana, akan dampak serangan nuklir Korea Utara yang mungkin akan terjadi di California Selatan.

“Konsekuensi dari serangan nuklir terhadap California Selatan akan menjadi bencana besar,” kata laporan tersebut. “Meskipun demikian, lembaga-lembaga pemerintah dan responden pertama, diharapkan tetap beroperasi untuk melestarikan kehidupan manusia, menjaga ketertiban, dan membantu proses pemulihan.”

Laporan setebal 16 halaman yang diperoleh oleh Foreign Policy itu diedarkan kepada semua responden pertama yang berbasis di L.A., termasuk semua agen lokal, agen negara bagian, dan agen federal, juga bagian keamanan di Departemen Dalam Negeri, dalam upaya untuk mempersiapkan rencana yang lebih baik, untuk merespon jika serangan nuklir benar terjadi.

Laporan tersebut mengacu pada pengujian yang dilakukan baru-baru ini oleh Korea Utara, yaitu yang telah menembakkan rudal balistik antar benua yang bisa – secara teori – mencapai Pantai Barat Amerika Serikat, bersamaan dengan video propaganda yang berisi ancaman serangan nuklir.

Para pejalan kaki berjalan di depan sebuah layar video besar di Tokyo, yang menyiarkan sebuah laporan berita tentang uji coba rudal terbaru Korea Utara, yang melintas di atas wilayah Jepang pada tanggal 15 September 2017. (TORU YAMANAKA / AFP / Getty Images)

“Video propaganda Korea Utara menampilkan gambar reruntuhan San Francisco dan Washington,” kata dokumen tersebut.

Menurut Foreign Policy, dokumen tersebut membahas tentang dampak ledakan nuklir, termasuk radiasi yang beracun, sinyal elektromagnetik yang mematikan komunikasi, dan dampak serangan semacam itu terhadap berbagai infrastruktur dan bangunan.

Dokumen tersebut juga menekankan, bahwa bantuan pemerintah federal akan memakan waktu lebih lama untuk tiba.

“Tidak akan ada bantuan federal yang signifikan, di tempat kejadian selama 24-72 jam setelah serangan terjadi,” kata laporan tersebut.

Otoritas pemerintah akan mengalami kesulitan dalam menghadapi akibat ledakan nuklir yang terjadi, kata laporan tersebut. Masyarakat perlu menjalani evakuasi, tapi dengan “pemahaman terbatas akan resiko radiasi, masyarakat akan mengalami kecemasan yang tinggi, dan mungkin tidak patuh terhadap koordinasi.”

Sebuah ledakan nuklir di Long Beach Port dapat menyebabkan kerusakan senilai lebih dari $ 1 triliun, korban jiwa, dan penghancuran rumah-rumah pada wilayah yang sangat luas, kata laporan tersebut, mengutip angka dari Rand Corp, sebuah lembaga pemikir kebijakan nirlaba global.

Pada 28 Juli 2017, file foto yang didistribusikan oleh rezim Korea Utara ini, menampilkan apa yang disebut sebagai peluncuran rudal balistik antarbenua Hwasong-14 di lokasi yang tidak diketahui di Korea Utara. (Kantor Berita Pusat Korea / Kantor Berita Korea via AP, File)

Dalam satu bagian di bawah “dasar-dasar perlindungan radiasi,” laporan tersebut menginformasikan langkah-langkah mengenai apa yang harus dilakukan selama suatu serangan nuklir terjadi.

“Berbaringlah dengan menghadap ke bawah, dan letakkan tangan di bawah tubuh untuk menutupi bagian kulit yang terbuka,” dokumen tersebut merekomendasikan. “Tetap diam dan tiarap sampai panas dan gelombang kejutnya sudah lewat.”

Tujuan diterbitkannya laporan ini adalah untuk membagikan perencanaan dan bimbingan jika serangan nuklir terjadi, dengan distribusi seluas mungkin, menurut dua pejabat yang terlibat dalam buletin tersebut, kata Kebijakan Luar Negeri melaporkan.

Isu-isu seperti kontaminasi nuklir yang disebarkan oleh hewan peliharaan dan pakaian, adalah salah satu dari banyak masalah koordinasi kesehatan masyarakat dan logistik, yang dijabarkan untuk orang-orang yang mungkin akan menjadi responden darurat. (Jul)

Sumber: theepochtimes

Share

Video Popular