Oleh Annie Wu, Epoch Times

Bahkan sutradara ternama di Tiongkok-pun tidak kebal terhadap kekuatan sensor politik.

Film terbaru Feng Xiaogang, “Youth”, yang mengambil set latar belakang masa hiruk pikuk Revolusi Kebudayaan, tiba-tiba dibatalkan beberapa hari sebelum tanggal penayangan perdana yang dijadwalkan, 29 September.

Di akun Weibo resminya, yaitu media sosial yang setara dengan Twitter, Feng menulis bahwa tanggal rilis baru akan diumumkan lagi nanti.

Sutradara film Tiongkok, Feng Xiaogang. (Carlos Alvarez / Getty Images)

Pengamat Tiongkok berspekulasi bahwa Kongres Nasional ke-19 yang tidak lama lagi akan diadakan, mungkin berkaitan dengan pembatalan film tersebut. Kongres yang diadakan setiap lima tahun sekali sebagai transisi kepemimpinan Partai Komunis ke tahap selanjutnya, akan berlangsung pada 18 Oktober. Dengan peristiwa penting yang segera akan diadakan, rezim komunis mungkin khawatir kalau-kalau subjek film tersebut dapat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap partai.

Warisan Revolusi Kebudayaan merupakan teka-teki bagi Partai Komunis. Dibawah kepemimpinan Mao Zedong, negara ini melihat banyak penghilangan nyawa serta pemukulan dalam upaya pembersihan politik yang keras. Dalam film Feng, Ayah dari salah satu karakter utama diberi label sebagai musuh negara dan dikirim ke kamp kerja paksa, menurut Variety. Film tersebut kemudian mengikuti perjalanan karakter utama, saat dia dan yang lainnya bergabung dengan kelompok seni pertunjukan Tentara Pembebasan Rakyat yang bertugas menyebarkan propaganda Mao di seluruh negeri.

Pemimpin Partai saat ini, Xi Jinping, mengalami pencobaan di masa Revolusi Kebudayaan. Ayahnya, yang pernah menjadi pejabat tinggi, disingkirkan dari partai, dipenjara, dan dijadikan tahanan rumah. Sebagai bagian dari “pendidikan ulang” Mao terhadap para pemuda kota, Xi yang masih remaja dikirim untuk bekerja di sebuah peternakan di Tiongkok bagian Utara.

Film “Youth” juga menggambarkan pertumpahan darah selama perang singkat Tiongkok dengan Vietnam pada tahun 1979, sebuah konflik yang sering terlupakan. Dalam beberapa tahun terakhir, veteran militer terus-menerus memprotes dan mengajukan petisi kepada pemerintah, untuk mendapatkan keuntungan yang mereka katakan pernah dijanjikan kepada mereka. (Jul)

Sumber: theepochtimes

Share

Video Popular