Kisah Mengharukan! Murid “Gila” yang Berangkatkan Secara Gratis 65 Guru-gurunya Jalan-Jalan ke Luar Negeri dengan Fasilitas Kelas 1

220
Guru-guru yang diberangkatkan tur ke luar negeri oleh muridnya (Dok. Kepala SMAN 1 Pekalongan Sulikin)

Erabaru.net. Total sebanyak 65 orang guru-guru berasal dari SMAN 1 Pekalongan, SMP Negeri 1 Pekalongan dan SD Sampangan terbang bersama-sama ke Singapura dan Malaysia selama 5 hari dan tiba kembali ke Indonesia pada Minggu (24/9/2017).

Keberadaan para guru-guru ini selama melancong ke luar negeri dilengkapi dengan fasilitas kelas 1 yang mana semuanya sudah diurus oleh sebuah biro perjalananan wisata. Para guru-guru ini hanya menikmati perjalanan wisata mereka ke luar negeri.

Sebanyak 65 orang bapak-ibu guru ini tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten pada 19 September 2017 dan pada malam harinya langsung terbang.

Saat keberadaan para guru-guru ini di bandara, mereka semua disambut dengan hangat oleh seorang yang bernama Fredy Chandra beserta keluarganya.

Pria inilah ternyata yang membiayai seluruh ongkos perjalanan ke luar negeri ini. Sosok pria ini tak lain dulunya adalah murid dari semua guru-guru ini.

Dia pun berpesan kepada biro wisata yang memberangkatkan guru-gurunya meminta agar tak ada keluhan dari guru-guru selama tur ke luar negeri ini berlangsung.

Dalam tulisan blognya di Gurusiana, Kepala Sekolah SMA N 1 Pekalongan, Sulikin menuturkan awalnya sekitar Juli 2017, dia kedatangan seorang tamu sebagai alumni SMAN 1 Pekalongan tahun 1993.

Pria ini kemudian memperkenalkan diri dengan nama Fredy dan lalu terjadi perbincangan hangat antara mereka. Pada pertemuan itu, Fredy memuji kenangan kewibawaan dan pasti akan membekas pada seluruh alumni di sekolahan itu.

Singkat cerita, Fredy menjelaskan bahwa kedatangannya bertujuan untuk mengajak para guru-gurunya dulunya yang mengajarinya untuk jalan-jalan ke luar negeri. Namun, Sulikin timbul rasa tak percaya apalagi pastinya butuh biaya besar untuk melancong ke luar negeri.

Fredy meyakinkan bahwa dirinya sudah sejak lama berkeinginan untuk mengajak para guru-gurunya berwisata ke luar negeri. Karena itu, semangatnya terus membara dan akhirnya dia berhasil menjadi pengusaha kabel FO bawah laut hingga ke mancanegara.

Sejak tiga bulan berlalu hingga akhirnya pada September 2017 semuanya terlaksana. Para guru-guru ini diterbangkan untuk berwisata ke luar negeri.

“Mungkin 100 tahun yang akan datang, kami tidak menemukan lagi mantan murid gila seperti Fredi. Semoga sukses Fred, doa kami selalu bersamamu,” demikian tulis Sulikin dalam blog Gurusiana dengan judul “Muridku Gila”. (asr)