Erabaru.net. Ayah dari anak berusia lima tahun ini setiap pagi berangkat kerja di saat anaknya masih terbuai dalam mimpi.

Sementara saat pulang kerja dan tiba di rumah, anaknya sudah tidur.

Sulit rasanya untuk bisa bertemu ayahnya, walau hanya sebentar.

Suatu hari, seperti biasa saat pulang kerja, hari sudah malam.

Dia merasa lelah dan sedikit pusing kepala, tiba-tiba ia melihat anaknya yang berusia lima tahun bersandar di pintu menunggunya.

“Ayah, boleh aku bertanya sesuatu?”

“Tentu saja boleh, mau tanya apa?”

“Ayah, bisa dapat berapa upahnya satu jam?”

“Ini kan tidak ada hubungannya denganmu, kenapa kamu menanyakan hal ini?” jawab ayahnya tampak tidak senang.

“Aku hanya ingin tahu, tolong beritahu dong, yah? kata si anak memohon.

“Kalau kamu mau tahu, upah ayah 100 dolar per jam.”

“Uh …”

“Ayah, kalau begitu boleh pinjam 50 dolar?” tanya anak itu setelah berpikir sejenak.

 

ILUSTRASI. (Internet)

“Kalau kamu tanyakan ini hanya untuk meminjam uang dan membeli mainan atau barang yang tidak berarti, lebih baik kamu kembali ke kamar dan tidur, coba kamu pikirkan mengapa kamu begitu egois. Ayah bekerja keras sepanjang hari, tidak ada waktu bermain game anak-anak bersamamu,” hardik ayahnya marah.

Mendapat hardikan ayahnya, bocah itu pun berjalan kembali ke kamar dan mengunci pintunya.

ILUSTRASI. (Internet)

Sang ayah duduk kembali dan masih marah dengan masalah anaknya.

Kenapa dia begitu berani menanyakan hal itu hanya untuk meminjam uang?

Kira-kira satu jam kemudian, dia menenangkan dirinya, dan mulai merenung.

“Mungkin tadi saya terlalu galak padanya. Mungkin sebaiknya memberinya 50 dollar untuk membeli sesuatu yang diinginkannya, supaya tidak perlu selalu meminta uang.”

Sang ayah berjalan ke kamar anaknya dan membuka pintu.

“Kamu sudah tidur nak?” Tanya si ayah.

“Belum yah, aku belum tidur,” Sahut anaknya.

“Ayah sudah memikirkannya, mungkin tadi ayah terlalu galak sama kamu. Tidak seharusnya ayah melampiaskan kekesalan ayah hari ini. Ini 50 dolar yang kamu minta,” ujar ayah.

“Terima kasih, ayah” jawab si anak sambil tersenyum dan langsung duduk tegak.

ILUSTRASI. (Internet)

Dia lalu mengambil beberapa uang recehan dari balik bantalnya.

Si ayah benar-benar marah melihat anaknya sudah punya uang, tapi masih minta.

Anak itu tampak perlahan-lahan menghitung uangnya, lalu melihat ke arah ayahnya.

“Kenapa kamu sudah punya uang masih mau minta lebih banyak lagi?” Tanya ayahnya dengan marah.

“Karena sebelumnya masih kurang, tapi sekarang sudah cukup!” Jawab anaknya.

“Ayah, sekarang aku punya 100 dolar, apa bisa aku membeli satu jam waktu ayah?”

“Bisakah ayah pulang lebih awal besok, aku ingin makan malam bersama ayah.”

ILUSTRASI. (Internet)

Ayahnya terhenyak sesaat dan dengan mata berlinang ia memeluk erat anaknya sambil berkata, “Ayah pasti pulang lebih awal besok, dan kita makan malam bersama.” (jhony/rp)

Sumber: goodtimes.my

 

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular