Oleh NTD Television

Ketika saudara tiri diktator Korea Utara ini dibunuh di sebuah bandara di Malaysia pada bulan Februari lalu, hal itu tampak seperti usaha pembunuhan amatir di mata dunia – dua wanita yang meracuninya dengan racun saraf mematikan mengenakan pakaian yang mencolok, dan baik kedua wanita itu, maupun orang-orang Korea Utara yang bekerja sama dengan mereka, tidak sibuk menutupi wajah mereka. Bahkan, mereka memilih bandara yang sibuk di Kuala Lumpur dimana kamera keamanan dengan mudah mengawasi setiap gerak-gerik mereka, sebagai tempat pembunuhan.

Tapi itu mungkin memang disengaja, mantan anggota badan intelijen Korea Selatan mengatakan: “Hal itu bisa saja menjadi pesan bagi dunia, bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tidak boleh dianggap main-main.”

Nam Sung-wook, seorang profesor di Universitas Korea yang dulunya menjadi pemimpin penelitian bersama agen intelijen Korea Selatan mengatakan kepada GQ bahwa pembunuhan Kim Jong Nam adalah bagian dari rencana lima tahun, untuk membunuh putra sulung Kim Il Sung tersebut.

“Pyongyang ingin mengirim pesan ke seluruh dunia lewat pembunuhan Kim Jong Nam, yang dilakukan dengan cara yang mengerikan dan terbuka ini,” katanya. “Jong Un ingin lama memerintah dan dipandang sebagai pemimpin yang sangat berkuasa. Satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan membiarkan dunia takut akan senjatanya. Dia telah membuat sebuah desain besar, dan ini adalah bagian darinya. ”

Pembunuhan tersebut menyusul dua percobaan pembunuhan lain – satu pada tahun 2010 dan yang lainnya di tahun 2012 – yang dilakukan setelah Jong Nam dilaporkan menulis surat untuk saudaranya, meminta Jong Un menarik perintah, untuk menghukum keluarganya, dengan mengatakan, “Kami tidak punya tempat untuk bersembunyi,” GQ melaporkan.

Nam telah kehilangan kepercayaan ayahnya, setelah dia tertangkap pada tahun 2001 sedang mencoba melakukan perjalanan ke Jepang, untuk mengunjungi Disneyland dengan paspor Dominika.

Anak bungsu dari tiga putra Kim menjadi pemegang kekuasaan, dan Kim Jong Nam kemudian diasingkan.

Rezim Korea Utara menyatakan bahwa Kim Jong Nam telah meninggal karena serangan jantung.

Jika Kim Jong Un memang memerintahkan pembunuhan kakaknya, dia akan menjadi anggota keluarga kedua yang dibunuh oleh Kim – dia dilaporkan telah membuat pamannya, guru sekaligus penasehat utamanya, dieksekusi pada tahun 2013 dengan tuduhan berusaha “menggulingkan negara.”

Kim Jong Nam dilaporkan kritis terhadap aturan tangan besi keluarganya, dan akhirnya menetap di Macau, bekas koloni Portugis yang diserahkan ke Tiongkok pada tahun 1999.

Kim Jong Nam, anak tertua pemimpin Korea Utara Kim Jong Il, di Macau pada 4 Juni 2010. (JoongAng Sunday / AFP / Getty Images)

Walaupun jauh dari Korea Utara, dia tidak pernah aman. Begitu Kim Jong Nam meninggalkan Macau, dia segera diikuti oleh mata-mata Korea Utara, kata Nam Sung-wook, mengutip informasi dari kontak dalam intelijen Korea Selatan.

“Mereka punya sekelompok mata-mata di pesawatnya. Begitu sampai di bandara di Kuala Lumpur, kelompok lain mengikutinya. Mereka terus mengawasi bahkan ketika dia tidur,” katanya pada GQ.

Dua wanita yang menjalankan bagian penggunaan racun saraf VX yang mematikan, berasal dari Vietnam dan Indonesia, pengacara mereka telah berargumen bahwa mereka tidak mengetahui rencana pembunuhan tersebut.

Salah seorang wanita mengatakan kepada teman-temannya bahwa dia mengira mereka melakukan sebuah gurauan untuk sebuah acara TV, (yang telah mereka latih selama berminggu-minggu), dan pengacara wanita tersebut berpendapat bahwa alasan mereka mencuci tangan setelah menggunakan cairan itu adalah karena mereka disuruh untuk melakukannya.

Mereka dijadwalkan untuk menjalani sidang pada bulan Oktober. Jika terbukti bersalah, mereka bisa menghadapi hukuman mati. (Jul)

Sumber: theepochtimes

Share

Video Popular