Erabaru.net. Aneh bagaimana suatu hal yang sederhana, bahkan yang tak pernah kita duga, bisa mengajari seseorang begitu banyak tentang kehidupan.

Sebuah penemuan sederhana membantu mahasiswa muda ini menyadari betapa berharganya hidupnya… karena ia menyadari seberapa besar ibunya mencintai anak-anaknya.

Hailey Weiss, 19 tahun, tengah bersiap-siap untuk masuk kembali ke Universitas New Jersey di tahun keduanya.

Sebelum berangkat, ibunya, Carrie, sempat mengingatkannya untuk membawa perlengkapan sekolahnya dari ruang bawah tanah. Dengan tergesa-gesa, dia meraih dan menemukan buku catatan ibunya, karena ia salah mengira itu adalah miliknya sendiri, lalu bergegas pergi.

© Facebook | Love What Really Matters

Ketika Hailey membuka buku catatan itu, dia menemukan beberapa barang aneh di dalamnya, termasuk diagram “roda” yang aneh, dengan bulan-bulan di atasnya, yang terbuat dari karton berwarna.

Buku catatan itu kosong, tapi ada label yang ditulis tangan ibunya, yang mengatakan: “Hasil Uji,” “Rujukan,” dan lain-lain.

“Roda” itu ternyata adalah bagan kehamilan, lengkap dengan nama 9 bulan, untuk membantu wanita melacak siklus kesuburan dan kehalimannya.

Ibu Hailey ingat: “Kemudian dia melihat kalender yang telah dicetak di buku catatan tahun 1995 sampai 1997 dan menemukan waktu kapan ia akan melahirkan anaknya.”

© Facebook | Love What Really Matters

Hailey menangkap apa yang dilihatnya dan memberi tahu ibunya dengan takjub: “Buku catatan yang saya gunakan untuk kuliah membantu ibu dan ayah melacak cara untuk menciptakanku!”

“Saya sangat menyukainya, bahkan hampir menangis saat membacanya,” tambah Hailey.

“Saya pun juga menangis,” kata ibunya. “Kau adalah keajaiban saya,” tambahnya, sebelum putrinya pergi ke kelas.

 

© Facebook | Love What Really Matters

Carrie dan suaminya telah menghadapi masalah ketidaksuburan selama bertahun-tahun ketika mereka pertama kali menikah.

Carrie berkonsultasi dengan dokter spesialis dan mencatat semua informasi yang dibutuhkan dalam  buku catatannya. Dia benar-benar melupakannya setelah berhasil mengandung.

“Ini memberi saya waktu sesaat,” kata Carrie. “Kami merindukannya saat dia di sekolah, tapi kita semua masih akan tetap terhubung selamanya. Ada banyak kebanggaan tentang bagaimana kita menjadi keluarga dan kita semua menikmatinya.”

Cerita yang menyentuh ini mengingatkan kita bahwa kedatangan kita di dunia ini sama sekali tidak berarti. Banyak faktor yang harus persis diketahui dengan tepat untuk mewujudkan kelahiran kita.

Kredit foto: Facebook | Lovewhatreallymatters

(intan/asr)

Sumber : Lovewhatreallymatters

Share

Video Popular