Erabaru.net. Pernahkah Anda mendengar tentang ayam tanpa kepala yang hidup selama 18 bulan? Pastinya Anda akan mengatakan bahwa ini adalah tipuan.

Tujuh puluh dua tahun yang lalu, seorang petani di Fruita, Colorado, AS,  Lloyd Olsen dan istrinya, Clara, memotong 50 ekor ayam, tapi satu diantara berhasil selamat, dan terus berjalan dan berkeliling. Tampaknya ayam itu tidak mau mati.

“Yang lain tumbang pada akhirnya, sementara yang satu di antaranya masih hidup, bangun, dan berjalan-jalan,” kata cicit dari suami-istri tersebut, Troy Waters, di sebuah peternakan miliknya di Fruita. Ayam tersebut menendang dan berlari, serta tidak mau diam.

(Fogo : Getty Images .)

Kabar mengenai ayam ajaib tanpa kepala itu dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut di sekitar Fruita.

Bahkan koran lokal menugaskan seorang reporter untuk mewawancarai Olsen, dan dua pekan kemudian seorang promotor pertunjukkan yang bernama Hope Wade datang dari Salt Lake City, Utah yang berjarak sekitar 300 mil atau sekitar 482 km dari Colorado.

Dia mengajukan penawaran yang sederhana: membawa ayam tersebut ke dalam arena pertunjukan – sehingga mereka dapat menghasilkan uang.

Dia segera menjadi terkenal dan sempat tampil di majalah Time and Life. Olsen mengatakan bahwa Mike adalah “ayam tangguh, spesies ayam yang sangat bagus dan kuat karena ia mampu hidup walau tak memiliki kepala”.

(Fogo : Getty Images .)

Bagaimana ayam itu dapat bertahan dalam waktu yang sangat lama?

Yang mengejutkan bagi Dr. Tom Smulders, seorang ahli ayam di Pusat Perilaku dan Evolusi di Universitas Newcastle, si ayam tidak mengalami pendarahan sampai mati.

Adapun soal ayam itu dapat terus hidup tanpa kepala, Smulders lebih mudah menemukan penjelasannya.

Bagi seorang manusia, kehilangan kepala juga kehilangan otak. Bagi seekor ayam, itu sedikit berbeda.

(Fogo : Getty Images .)

“Anda akan takjub bagaimana otak kecil ini berada di bagian depan kepala seekor ayam,” kata Smulders.

“Terkonsentrasi di bagian belakang tengkorak, di belakang mata,” ujar dia.

Laporan menunjukkan bahwa paruh, wajah, mata, dan telinga Mike hilang karena dikampak.

Namun, Smulders memperkirakan bahwa 80 persen dari massa otaknya —dan hampir semua yang mengontrol tubuh ayam itu, termasuk detak jantung, bernapas, rasa lapar, dan pencernaan—masih ada.

Ini menunjukkan bahwa Mike bertahan hidup karena seluruh sistem otaknya masih berada di tubuhnya. Dalam sains disebutkan bahwa batang otak menjadi bagian dari seluruh otak.

(Fogo : Getty Images .)

“Sebagian besar otak unggas seperti yang kita ketahui dapat disebut sebagai batang otak,” kata Smulders.

(Fogo : Getty Images .)

“Dia membawa ayam potong ke kota untuk menjualnya di pasar daging,” kata Waters kepada BBC News.

“Dia membawa ayam jantan tak berkepala itu bersamanya, dan saat itu dia masih menggunakan kuda dan kereta. Dia melemparnya ke dalam kereta, membawa ayam itu, dan mulai mengajak orang untuk bertaruh dengan bir atau benda lainnya bahwa dia memiliki ayam tanpa kepala yang masih hidup .”

(Fogo : Getty Images .)

“Saya ingat (dia) mengatakan kepada saya, tertawa, dan dia mendapatkan bir dari tiap orang setiap pekan karena para tetangga yakin dia menjadi sangat kaya karena ayam ini,” kata Waters.

“Sangat kaya” merupakan sebuah opini yang menyebar di Friuta tentang keluarga Olsen. Namun, menurut Waters, anggapan itu sangat berlebihan.

(Fogo : Getty Images .)

Waters pernah bertanya kepada Lloyd Olsen apakah dia merasa senang. “Dia mengatakan, ‘Oh ya, saya memiliki kesempatan untuk berkeliling dan melihat sebagian negara ini, yang mungkin tak pernah saya lihat. Saya dapat membangun dan mendapatkan alat pertanian.'”

Berita tentang ayam tanpa kepala itu pun mulai menyebar, dan mampu mengejutkan banyak orang yang membaca ceritanya. (intan/yant)

Sumber : ntd.tv

Share

Video Popular