Erabaru.net. Foto ini memposting klaim online bahwa kebun binatang California, Amerika Serikat membawa anak babi yatim piatu untuk menenangkan harimau yang sedih karena baru saja kehilangan tiga anaknya.

Sekarang, para konservasionis memberi peringatan pada gambar ini, karena bersumber dari internet, sehingga gambar ini tidak selalu benar!

Postingan tersebut diduga menunjukkan seekor induk harimau sedang menyusui anak-anak babi dengan wajah “duka”, telah beredar luas di Twitter dan internet.

Meskipun foto itu sendiri nyata, sebenarnya gambar ini tidak diambil di kebun binatang California, atau di kebun binatang manapun di Amerika Serikat.

Diduga foto ini diambil dari Kebun Binatang Sriracha yang terkenal di Thailand, menurut The Straits Times .

Kebun binatang Thailand yang terkenal ini terletak di Chonburi, 90 menit dari Bangkok, menampung lebih dari 400 harimau Bengal dan ribuan hewan lainnya.

Kebun binatang ini telah dikritik oleh para konservasionis karena kerap membuat hewan-hewan tersebut menderita dengan menyuruh mereka menampilkan pertunjukan offbeat atau melakukan berbagai tindakan sensasional, seperti melompat melalui cincin api, berjalan melintasi tali tegang ganda, dan menunggang kuda.

“Semua hewan menunggu giliran mereka untuk tampil di terowongan yang terjaga keamanannya, para penjaga kebun binatang terus menyuruh mereka melakukan aksi yang dapat membahayakan jiwanya,” tulis Adam Roberts, seorang pengamat dan penyidik di Animal Welfare International, di majalah triwulanya.

Kebun Binatang Sriracha juga terkenal dengan menampilkan pertunjukkan lintas spesiesnya, termasuk memamerkan harimau, babi, dan anjing dalam satu kandang tunggal, untuk menunjukkan bagaimana hewan dari spesies yang berbeda dapat “hidup dalam harmoni.”

“Di sebuah ruangan kaca, ada sebuah peti berisi seekor babi sedang member makan anak-anaknya yang berbaring di sisinya,” kata Roberts. “Di seberang lorong, ruang kaca lain menampung seekor harimau betina, yang memberi makan anak babi yang dihiasi kostum harimau.”

Kredit: Imgur

Pada tahun 2004, Kebun Binatang Sriracha diselidiki saat diduga mengekspor setidaknya 100 harimau ilegal ke Tiongkok, di mana mereka akan digunakan dalam industri obat tradisional, menurut Reuters .

Pada tahun yang sama, kebun binatang ini ditutup selama satu bulan ketika 80 orang meninggal akibat terinfeksi flu burung, yang disebabkan oleh ayam mentah yang mereka makan terinfeksi virus H5N1 ini, menurut Animal Welfare Institute .

Kebun binatang tersebut juga dituduh melakukan pembiakan harimau secara ilegal. Salah satu pemilik kebun binatang, Sommai Temsiripong, didakwa melakukan pembiakan harimau tanpa izin.

Harimau disini juga dibiakkan dalam kondisi tidak sesuai, kata para kritikus .

Untuk mengakhiri penyalahgunaan hewan tersebut, Big Cat Rescue mendesak orang untuk menyebarkan kebenaran seputar foto palsu tersebut.

“Tolong bantu kami menyebarkan cerita faktual dibalik foto ini,” tulis Julie Hanan, seorang pegawai senior di Big Cat Rescue, dalam situsnya .

“Jika Anda bersedia, Anda secara tidak langsung akan membantu binatang-binatang yang sangat menderita ini agar bisa terlepas dari penyiksaan dan eksploitasi yang kejam ini.”

(intan/asr)

Sumber : ntd.tv

Share

Video Popular