Erabaru.net. Kita tahu hidup anak-anak di pedesaan umumnya jauh lebih keras, sehingga banyak diantara mereka yang mulai bekerja setelah putus sekolah, dan menabung sebagai bekal di masa depan saat akan menikah.

Pemuda dalam kisah ini sebut saja namanya Johan mulai bekerja sejak usia 18 tahun, saat menerima gaji dia hanya menyisakan sedikit uang untuk biaya hidup sehari-hari, selebihnya ia kirimkan kepada ibunya di kampung untuk ditabung, dan baru akan digunakan saat diperlukan suatu hari nanti.

Delapan tahun kemudian, Johan berencana melamar kekasihnya yang sudah dua tahun dipacarinya, jadi dia pun mengatakan pada ibunya akan menggunakan uang tabungannya itu sebagai mahar untuk melamar pacarnya.

Namun, sang ibu hanya diam dan memberikan buku tabungannya kepada Johan. Dan seketika ia pun tercengang ketika melihat buku tabungan itu.

Saldo dalam tabungan hanya tersisa 10 juta rupiah.

Johan telah menghitung dan memperkirakan jumlah uang yang dikirimnya selama 8 tahun itu total ada sekitar 300 juta rupiah, namun, saldo dalam buku tabungan dari ibunya hanya tersisa 10 juta rupiah.

Johan benar-benar tidak percaya dengan pandangan matanya, meski dipakai oleh ibunya juga mustahil bisa sebanyak itu!

Johan pun akhirnya menanyakan langsung kepada ibunya, Johan baru tahu ternyata beberapa waktu sebelumnya kakak laki-lakinya membutuhkan tambahan modal untuk bisnis, lalu sang ibu memberikan semua uang yang telah ditabungnya selama 8 tahun itu kepada kakaknya untuk modal.

Johan terhenyak dan hampir menangis setelah mengetahuinya.

Bagaimana menurut pandangan teman-teman mengenai hal ini ? (jhn/yant)

Sumber : twgreatdaily

Share

Video Popular