Erabaru.net. Wanita muda  yang baru berusia 15 tahun ini adalah seorang pejuang sejati.

Dia dculik, dilecehkan secara fisik dan seksual, disekap selama 29 hari oleh tiga penculik laki-laki.

Namun untungnya, dia berhasil menemukan kesempatan untuk melarikan diri.

© YouTube Screenshot | CBS Minnesota

Jasmine Block telah melalui cobaan yang cukup sulit untuk diceritakan.

Seorang ayah dari salah satu kenalannya membujuknya untuk masuk ke dalam mobilnya pada 8 Agustus 2017 silam di malam hari.

Dia menjelaskan bahwa dia membutuhkan pertolongannya.

Bersama dua pria lainnya, ayah tersebut menyeretnya ke sebuah rumah kosong di tepi danau.

Dia berulang kali dianiaya secara fisik dan seksual oleh para pria keji ini.

© YouTube Screenshot | FOX9

“Dia mendekatinya dengan cara yang ramah. Apalagi, ia adalah ayah dari teman yang ia kenal,” kata Kepala Kepolisian Wilayah Grant, Meksiko, Alexandria Richard Wyffels dalam sebuah konferensi pers.

“Dia berhasil menipu gadis ini.”

“Pria itu mengikatnya dengan simpul mati. Kemudian dia, teman sekamarnya, dan temannya yang lain terus menyerangnya dan mengancamnya dengan membawa senjata selama beberapa minggu berikutnya,” kata Kepala Polisi Rick Wyffels.

Hampir sebulan kemudian, pada 5 September, dia ditinggal sendirian untuk pertama kalinya, tepatnya saat ketiga pria tersebut memutuskan untuk pergi keluar dan makan siang.

Jasmine melepaskan diri dan berusaha untuk lari, tapi tidak bisa menemukan orang di lingkungan sekitar.

Dia lalu berenang melintasi sebagian danau di wilayah tersebut untuk mencari pertolongan penduduk setempat.

© YouTube Screenshot | CBS Minnesota
© YouTube Screenshot | CBS Minnesota

Saat saya bertemu seorang petani lokal, saya menyuruhnya untuk menelepon 911,” kata Jasmine kepada FOX9 .

“[Saya bilang] ‘Nama saya Jasmine Block dan saya adalah korban penculikan. Dia tampaknya mendengar kabar penculikan saya.”

“Siapa saja bisa menelepon 911, hanya saja saya berada di tempat dan waktu yang tepat,” ujar petani tersebut, yang meminta namanya tidak disebutkan, kepada WCCO dalam sebuah wawancara.

Share

Video Popular