Oleh Reuters

MOSKOW-Moskow siap bekerja sama dengan Pyongyang untuk mencoba menemukan resolusi damai terhadap masalah rudal Korea Utara, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pada hari Jumat.

Komentar tersebut disampaikan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak kementerian, setelah pertemuan antara duta besar keliling, Oleg Burmistrov, dan Choe Son-hui, direktur jenderal departemen Amerika Utara, dari kementerian luar negeri Korea Utara.

Delegasi Korea Utara tiba di tempat kementerian luar negeri Rusia, di Moskow pada hari Jumat untuk membicarakan perihal krisis nuklir. Choe juga bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Igor Morgulov, kata kementerian luar negeri Rusia.

“Pihak Rusia memastikan kesiapannya untuk turut bersama mencurahkan usaha, demi menemukan cara untuk memecahkan masalah di kawasan Korea Utara dengan jalan damai, politis dan diplomatik,” katanya.

Beberapa sistem peluncur roket menembakkan roket selama Zapad-2017, salah satu permainan perang terbesar Rusia, di lokasi yang tidak diungkapkan di Belarus, 17 September 2017. (Badan Informasi Militer Vayar / Kementerian Pertahanan Belarusia melalui REUTERS)

Amerika Serikat menyambut baik rencana pertemuan tersebut, dengan juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan: “Jika Rusia dapat berhasil membuat Korea Utara bergerak ke arah yang lebih baik, kami pasti akan menyambutnya dengan hangat.”

Secara pribadi, bagaimanapun, pejabat Amerika Serikat tidak yakin akan kemungkinan dampak positif dari usaha yang dilakukan Rusia.

Beberapa hari terakhir ini, telah terlihat pertukaran retorika dan ancaman yang memanas antara pemerintahan Presiden Donald Trump dengan Korea Utara, atas perundingan terakhir, perihal pengembangan rudal berhulu ledak nuklir oleh Korea Utara, yang mampu menyerang Amerika Serikat.

Menghadiri Majelis Umum PBB di New York pekan lalu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengajukan proposal dari Moskow dan Beijing untuk penangguhan dua hal, yaitu ujicoba senjata oleh Korea Utara, dan latihan militer Amerika-Korea Selatan, serta untuk memulai negosiasi. (Jul)

Sumber: reuters/ theepochtimes

Share

Video Popular