Oleh Lin Yan

Sementara wilayah Karibia sedang berusaha untuk pulih dari dampak dahsyat Badai Irma dan Maria, media pemerintah Tiongkok telah mengeksploitasi bencana tersebut, dan menggunakannya untuk menyebarkan propaganda anti Amerika

Pada tanggal 24 September, surat kabar negara Tiongkok, People’s Daily menerbitkan sebuah artikel yang mengklaim bahwa pihak militer Amerika telah mengundurkan diri dari pulau Dominika setelah Badai Maria menyerang, sementara pihak berwenang Tiongkok segera menyelamatkan orang-orang disana.

“Negeri yang kuat tidak akan pernah meninggalkan rekan senegaranya,” tulis sebuah postingan akun resmi People’s Daily di Weibo, media yang setara dengan Twitter di Tiongkok.

Faktanya, pihak militer Amerika telah secara aktif memberikan bantuan penanggulangan bencana ke wilayah tersebut sejak 15 September, menurut pembaruan di situs divisi Southern Command, yang ditugaskan untuk beroperasi di Karibia, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.

Kru udara angkatan laut (helikopter) Kelas 2 Brandon Larnard dan Marinir AS, sedang membantu proses evakuasi di Dominika setelah Badai Maria. (Foto oleh Levingston Lewis / A.S. Angkatan Laut via Getty Images)

Pasukan gabungan Leeward Islands, yang terdiri dari 1.100 personel, dibentuk sebagai tim bantuan bencana khusus untuk membantu para korban bencana di wilayah St. Martin dan Dominika. Tim tersebut telah menyediakan air minum dan persediaan barang-barang, selain juga mengevakuasi orang-orang dengan pesawat terbang.

Satuan tugas itu mulai mengevakuasi warga Amerika dari Dominika pada 24 September.

Di Puerto Riko, wilayah Amerika yang sangat parah terkena dampak Badai Maria, 10.000 personil federal telah dikerahkan, termasuk diantaranya 7.200 tentara.

Dan di Kepulauan Virgin, Amerika Serikat, para pasukan telah menyelamatkan orang-orang yang selamat, memberikan pertolongan medis, serta mendistribusikan makanan dan air.

Sementara itu, upaya penyelamatan Tiongkok yang disebutkan dalam laporan media pemerintah, adalah sebuah kapal pribadi yang disewa oleh China Railway Construction Corporation, yang sedang membangun sebuah gedung olahraga di Dominika. Kapal tersebut kebanyakan membawa pegawai dari perusahaan milik negara.

Annie Wu berkontribusi pada laporan ini. (Jul)

Sumber: theepochtimes

 

Share

Video Popular