Erabaru.net. Di lima penjara Florida, Amerika, terdapat sekelompok narapidana yang belajar melatih anjing, dan membawa hasil yang menakjubkan.

Program ini disebut TAILS, yang merupakan singkatan dari Teaching Animals and Inmates Life Skills, yang melatih anjing-anjing dalam penampungan agar terkontrol perilakunya, hal yang membuat mereka cenderung tidak dapat diadopsi orang.

Hewan ini dibawa ke dalam penjara, dan seorang pelatih anjing profesional akan memimpin sekelompok narapidana untuk memberikan arahan bagaimana melatih anjing dengan benar.

Dalam waktu 8 sampai 12 minggu, anjing di penampungan tersebut mengalami transformasi yang luar biasa.

“Ketika anjing itu masuk (penampungan), kesehatannya buruk, mereka terlihat tak terawat , ” papar Lisa Irre, koordinator K9 di Kantor Sheriff Jacksonville, dalam sebuah video di situs program TAILS. “Pada saat delapan minggu kemudian, mereka benar-benar anjing yang berbeda.”

Tahun lalu, sebanyak 203 anjing memasuki program tersebut, dan 202 di antaranya telah berhasil menemukan rumah barunya setelah lulus pelatihan.

Bahkan perubahan yang lebih besar terjadi pada aspek manusianya.

“Banyak narapidana pria yang ikut dalam program ini bersifat keras dan tangguh dan kasar – hewan anjing selalu membawakan sisi lembut mereka,” papar Lisa Irre, dalam video tersebut.

Program ini tidak hanya mengajarkan narapidana bagaimana melatih anjing, tapi juga mengajarkan mereka keterampilan hidup yang penting, seperti memiliki kesabaran, bertindak secara bertanggung jawab, dan bekerja baik dengan orang lain.

Anjing-anjing tersebut memiliki kandang di dalam sel pelatih mereka, dan menghabiskan sebagian besar waktunya dengan mereka, sehingga membentuk ikatan yang kuat.

Ketika program pelatihan selesai, beberapa narapidana mengucapkan selamat tinggal pada hewan asuhannya dengan berlinangan air mata, kata Jen Deane, pelatih anjing dan direktur Pit Sisters, suatu perusahaan nirlaba yang menjalankan program ini.

Tapi dalam beberapa hari ke depan, narapidana tersebut akan mendapatkan anjing baru untuk dilatih dan menjalin ikatan dengannya.

Masalah perilaku hampir tidak ada sama sekali di kalangan narapidana, bagi mereka yang mendapat masalah akan dikeluarkan dari program tersebut. Selain itu, program ini membantu mereka menemukan pekerjaan setelah mereka bebas nanti.

Kesempatan baru

Jen Deane menganggap sebagian alasan mengapa tahanan melakukan pelatihan ini dengan baik adalah karena anjing tersebut tidak menghakimi mereka.

Dia mencoba melakukan hal yang sama. Baik anjing dan narapidana sama-sama mendapatkan kesempatan kedua melalui program ini, dan dia membuat keputusan untuk tidak melihat catatan kriminal para peserta.

“Saya tidak ingin tahu,” katanya. “Saya ingin melihat mereka seperti sekarang ini.”

Banyak yang telah berubah secara dramatis. Salah satu narapidana mengirim surat ini kepada penyelenggara program, yang menggambarkan bagaimana hal itu memengaruhi dia:

“Saya datang ke tempat ini penuh dengan rasa kebencian dan kemarahan. Saya telah kehilangan semua orang dan segala hal yang pernah saya miliki. Beberapa kali berakhir.

“Mengapa, Tuhan, aku di sini? Dan kemudian Dia menunjukkan padaku makhluk indah ini. Semuanya sendirian, dikurung karena satu-satunya kejahatannya adalah terlahir ke dunia yang tidak menginginkan mereka, terlihat jahat dan keji.”

“Namun di sinilah mereka, menunjukkan kepada saya apa cinta tanpa syarat itu dan memberi saya kembali hati saya. Saya berharap dan berencana membantu anjing-anjing ini selama Tuhan mengizinkannya.” (ajg/yant)

Sumber: theepochtimes

Share

Video Popular