Erabaru.net. Posisi kosong yang ditinggalkan seorang karyawan setelah ia mengundurkan diri, pekerjaannya itu bukan dengan mencari seorang karyawan baru untuk mengisinya, lalu selesai.

Secara umum, keluarnya karyawan inti, setidaknya memerlukan waktu 1-2 bulan untuk masa rekrutmen, 3 bulan masa percobaan, 6 bulan masa penyesuaian.

Selain itu, ada biaya perekrutan yang setara dengan gaji 4 bulan, dengan rasio kegagalan lebih dari 40%.

Setelah karyawan mengundurkan diri, dimana sejak mulai mencari karyawan baru sampai menguasai pekerjaannya, biayanya bisa mencapai 1,5 kali lipat dari gaji tahunan karyawan.

Biaya yang dikeluarkan akan semakin tinggi jika yang mengundurkan diri itu adalah seorang atasan atau manajer.

Yang lebih kompleks lagi adalah ada sebuah lembaga yang memperkirakan bahwa pengunduran diri seorang karyawan bisa memicu sekitar tiga orang karyawan berkeinginan untuk mengundurkan diri.

Menurut perhitungan, jika tingkat pengunduran diri karyawan adalah 10%, maka ada 30% karyawan mencari pekerjaan baru.

Jika tingkat pengunduran diri karyawan 20%, maka sebanyak 60% karyawan sedang mencari pekerjaan baru.

Karyawan yang tiga bulan mengundurkan diri dengan dua tahun mengundurkan diri itu besar sekali perbedaannya!

Adapun alasan karyawan mengundurkan diri, Anda bisa mengutip sudut pandang tokoh terkenal-Jack Ma, yakni tidak lebih dari dua: gaji yang diberikan tidak sesuai, dan mendapat perlakuan yang tidak adil/dirugikan.

Staf karyawan dengan posisi/jabatan yang tidak sama, dan karyawan dengan masa kerja yang tidak sama mengundurkan diri itu sebenarnya jauh lebih kompleks, dan ini mencakup banyak alasan.

ILUSTRASI. (Internet)

1. Karyawan yang baru masuk dua minggu kemudian mengundurkan diri.

Share
Kategori: Headline SERBA SERBI

Video Popular