Ilustrasi. (Fotolia)

Erabaru.net. Ketika suasana hati seseorang dalam keadaan terendah, terutama saat sedang ditimpa musibah, perlu untuk mendapat perhatian orang lain. Pada saat ini, sedikit niat baik dari orang lain, mungkin akan membuat kita merasa sangat hangat.

Baru-baru ini di Jepang ada seorang pria tua yang membawa abu istrinya terbang pulang ke kampung halamannya, dan cara penanganan maskapai penerbangan membuatnya sangat tersentuh.

Di Jepang, sebagian besar jenazah dikremasi, dan sisa abu ditempatkan di vihara, tempat tinggal, kuburan, atau sebagai pupuk pohon.

interior of IL-86 with a passengers

Bagi beberapa orang, yang membawa abu jenazah pulang ke kampung halaman, adalah perjalanan yang menyedihkan.

Pengguna Twitter Jepang “@com_kamada” baru-baru ini membagikan artikel ayahnya di”West Japan News” sebuah artikel, yang menggambarkan cerita temannya yang membawa abu istrinya pulang ke kampung halaman dengan pesawat.

Artikel ini menyebutkan bahwa orang tua ini dan istrinya tinggal bersama di Yokohama. Mereka telah hidup bersama lebih dari setengah abad.

Saat sang istri meninggal dunia, orang tua ini membawa abunya dengan pesawat, ingin kembali ke kampung halaman di Saga County untuk disemayankan.

Orang tua itu tahu bahwa penumpang bisa membawa abu di pesawat terbang, tapi dia menggunakan kantong yang sangat besar menempatkan abu, jadi saat check in di bandara, dia sengaja bertanya kepada petugas maskapai apakah boleh membawa untuk berjaga-jaga.

Setelah menaiki pesawat, orang tua itu menaruh abu istrinya di atas loker tempat duduk, lalu duduk.

Pada saat ini seorang pramugari datang untuk bertanya kepadanya dan berkata: “Tidak ada yang duduk di samping tempat duduk Anda, apakah Anda akan membiarkan istri Anda duduk?

Sungguh tidak disangka ketika check in mengajukan pertanyaannya staff loket, akan disampaikan ke pramugari di dalam pesawat terbang, dan dia mendapatkan perlakuan khusus.

Pramugari tidak hanya membantunya meletakkan abunya di tempat duduk di sampingnya, tapi juga memasangkan sabuk pengaman, bahkan dalam penerbangan untuk menyediakan minuman dan makanan ringan kepada istrinya.

Dalam hal ini, orang tua itu berkata: “Kami bersama dalam perjalanan terakhir, hanya ada kami berdua.”

Bagi perusahaan penerbangan yang begitu hangat, banyak netizen Jepang yang tergerak. Beberapa orang mengatakan bahwa ingin menangis, tapi bukan air mata sedih, tapi air mata bahagia dan hangat.

Beberapa orang berpikir bahwa perjalanan ini akan membuat orang tua selamanya tidak pernah melupakannya; bahkan ada juga yang terinspirasi mengatakan: “Saya berharap bisa memberikan pelayanan yang begitu hebat kepada orang lain.(hui/yant)

Sumber: theepochtimes

Share

Video Popular