Erabaru.net. Seorang pria Baltimore akhirnya merayakan hari kebebasannya setelah menghabiskan 13 tahun di balik jeruji besi karena melakukan kejahatan yang sebenarnya tidak pernah ia lakukan.

Ketika dia melewati gerbang penjara, dia mengucapkan terima kasih kepada Tuhan karena telah memberinya kesempatan untuk menghirup udara segar.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada ibunya karena telah selalu memberikan dukungannya sepanjang waktu, dan percaya bahwa anaknya tidak bersalah.

Setelah Carlos Sawyer berusia 30 tahun ditembak dan dibunuh pada 2004, seorang pria bernama Lamar Johnson ditangkap pihak kepolisian.

Namun, sebenarnya terjadi salah tangkap, karena kesalahan identifikasi nama panggilan yang dilakukan oleh polisi.

Walaupun demikian, pada tahun 2006, Johnson dinyatakan bersalah oleh pengadilan karena kasus pembunuhan tersebut dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

© Facebook | Proyek Innocence Mid-Atlantic

Johnson, bagaimanapun, secara tegas mengakui bahwa ia tidak bersalah, dan berniat mencoba mengajukan banding, namun ternyata hal itu sia-sia.

Kasus ini pun ditutup pada 2008.

Pada 2010, Proyek Innocence Mid-Atlantic, sekelompok mahasiswa hukum yang bertujuan untuk membatalkan pemvonisan tersangka yang salah, dan mereka pun mengambil kasus ini.

Dengan sumber daya dan ketekunan mereka selama penyelidikan tujuh tahun tersebut, mereka berhasil menemukan saksi-saksi yang terlupakan dari tahun 2004 dan meminta tes DNA korban.

Kasusnya sangat sulit untuk diperjuangkan, karena 10 tahun telah berlalu sejak penembakan dan kesaksian para saksi juga ikut sedikit pudar.

Menemukan informasi tentang mereka pun cukup sulit, karena para saksi merasa tidak nyaman saat disuruh berbicara di depan pengadilan.

Namun sepertinya pembunuh Sawyer masih buron.

© Facebook Video Screenshot | Vuz
©Facebook | Mid-Atlantic Innocence Project

Proyek Innocence Mid-Atlantic akhirnya mendapatkan kesaksian bahwa saksi mata asli hanya mengatakan Johnson tampak “mirip” dengan si pelaku.

Seorang saksi baru kemudian bersumpah bahwa pelakunya bukan Johnson, tapi ada seorang pria lain yang sempat berdebat dengan Sawyer, beberapa saat sebelum dia ditembak mati.

Hasil DNA juga menegaskan bahwa Johnson benar-benar tidak bersalah.

Setelah dibebaskan, Marylyn Mosby, seorang pengacara, meminta maaf secara formal dan publik atas peran pemerintah negara bagian tersebut yang telah merampas 13 tahun hidup Johnson.

©Facebook | Mid-Atlantic Innocence Project

Selama masa hukumannya, Johnson memperoleh gelar GED-nya. Johnson sekarang sedang berusaha untuk membuka bisnis baru di bidang industri makanan cepat saji.

Shawn Armburst, Direktur Eksekutif Proyek Innocence Mid-Atlantic, menyebut kasus-kasus “pahit” seperti ini memang kerap terjadi.

“Proyek Innocence Mid-Atlantic akan selalu ada, karena kita tahu bahwa sistem peradilan pidana pasti juga pernah membuat kesalahan,” tambahnya.

Saksikan respon yang luar biasa dari teman dan keluarga saat Johnson dibebaskan dari penjara. (intan/rp)

Sumber: www.ntd.tv

 

Share

Video Popular