Para Polisi di Berbagai Negara Mempelajari Latihan Meditasi ini, Namun Rekan Seprofesi Mereka di Tiongkok, Malah Melakukan Hal yang Berbeda

107

Erabaru.net. Banyak petugas polisi di Meksiko, Kanada, dan India yang berlatih Falun Gong, yaitu suatu bentuk latihan qigong yang damai, namun rekan seprofesi mereka di Tiongkok, yakni para polisi Tiongkok, telah dipaksa untuk menangkap para praktisi Falun Gong di negara tersebut, setelah Jiang Zemin, Presiden Tiongkok sekaligus ketua Partai Komunis Tiongkok saat itu, meluncurkan penganiayaan berskala besar terhadap para praktisi Falun Gong, pada tahun 1999.

Pada tanggal 20 Agustus, polisi federal Meksiko mengadakan sebuah acara untuk mendukung gerakan kesehatan di dalam kelompok masyarakat. Para praktisi Falun Gong diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini di Alameda Central Park, Cuernavaca, menurut Berita Minghui.

Falun Gong, atau Falun Dafa, adalah latihan qigong yang terdiri dari lima perangkat latihan gerakan, dan mengajarkan prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Banyak orang di seluruh dunia mengatakan bahwa latihan ini telah memberi mereka peningkatan kesehatan serta ketenangan pikiran.

“Falun Dafa telah dilatih dan diterima oleh jutaan orang di lebih dari 114 negara, dan telah menerima lebih dari 3.000 penghargaan,” lapor Senat New York dalam Resolusi 1432, pada suatu kesempatan, saat perayaan Hari Falun Dafa Sedunia.

Namun, praktisi Falun Gong di negara asalnya, Tiongkok, mengalami penganiayaan, penyiksaan, kerja paksa, dan bahkan dibunuh untuk diambil organnya, menurut para penyidik. Tindakan keras yang mengerikan ini berasal dari kecemburuan mantan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Jiang Zemin, terhadap latihan tersebut, karena jumlah praktisinya melebihi jumlah anggota PKT pada tahun 1999.

Para praktisi Meksiko memberikan informasi tentang penganiayaan tersebut, serta mengajak para peserta, serta petugas polisi untuk berlatih Falun Gong di acara yang diadakan di Cuernavaca tersebut.

Para praktisi Meksiko memperagakan latihan Falun Gong di Acara Cuernavaca pada 20 Agustus 1977 | Foto: Minghui
Seorang praktisi Falun Gong Meksiko membimbing petugas polisi untuk berlatih Falun Gong Foto: Minghui

Juan Carlos Reyes, anggota panitia acara sekaligus komandan tim polisi, juga belajar Falun Gong bersama rekan-rekannya.

Petugas polisi, Juan Carlos Reyes, sedang berlatih Falun Gong pada tanggal 20 Agustus 2017 | Photo: Minghui

“Falun Gong sedang dianiaya di Tiongkok. Kami semua ada di sisi kalian para praktisi Falun Gong, mendukung kalian. Kami akan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam acara yang diadakan di kota lain, “kata Reyes kepada para praktisi Meksiko.”

Petugas polisi Juan Carlos Reyes dan praktisi Falun Gong di Meksiko | Photo: Minghui

Banyak peserta juga menandatangani petisi, yang mendesak pemerintah Tiongkok untuk menghentikan penganiayaan terhadap Falun Gong dengan segera.

“Yang lain mengajarkan orang-orang bagaimana mempertahankan diri. Tapi kalian tidak. Falun Gong mengajarkan orang bagaimana menjadi orang baik, “kata seorang pria setelah menandatangani petisi tersebut.

Warga Meksiko menandatangani petisi untuk mendesak pemerintah Tiongkok, agar segera mengakhiri penganiayaan terhadap Falun Gong Foto: Minghui

Acara di Cuernavaca bukanlah yang pertama yang diikuti polisi Meksiko, dimana para polisi juga ikut mempelajari latihan Falun Gong. Lebih dari 600 petugas polisi di ibu kota Meksiko, telah menghadiri kelas Falun Gong antara 18 dan 22 Juli 2016 untuk mendapatkan “kesabaran dan pikiran yang tenang sepanjang hari.”

Ratusan petugas polisi Meksiko, berlatih Falun Gong Foto: Samuel Alvarado Benítez / Epoch Times

Rekan mereka di negara lain, seperti India dan Kanada, juga mempraktikkan latihan qigong yang gratis ini.

Lebih dari 1.000 siswa di Universitas Kepolisian di Delhi, India, berlatih Falun Gong Foto: Minghui

Salah satu dari mereka adalah Mark Tickner, seorang polisi Kanada.

Mark Tickner, petugas polisi Kanada, melakukan latihan meditasi Falun Dafa. Foto koleksi Mark Tickner

Dia mengatakan bahwa istri dan kedua anaknya juga berlatih Falun Gong.

Tn. Tickner, istrinya, Xiao, dan dua anaknya pada acara Hari Falun Dafa Sedunia yang diselenggarakan di luar Museum Seni Vancouver, pada tanggal 4 Mei 2014 | Foto koleksi Mark Tickner

Keluarganya bisa dengan bebas berlatih Falun Gong, karena pemimpin serta orang-orang di negaranya, sangat menerima dengan baik latihan tersebut.

“Di Kanada, kami memiliki hak istimewa untuk menikmati nilai-nilai masyarakat yang berdasarkan pada keterbukaan dan kebebasan; kami menyadari pentingnya prinsip-prinsip Falun Dafa, Sejati, Baik dan Sabar,” tulis Anggota parlemen Kanada Nathaniel Erskine-Smith dalam suratnya kepada Asosiasi Falun Dafa Toronto, di acara perayaan Hari Falun Dafa Sedunia 2017.

Fakta ini jauh berbeda dengan Tiongkok, tanah air istrinya, dimana polisi disana justru menangkap orang-orang, hanya karena mereka mengikuti latihan qigong yang berdasarkan prinsip Sejati, Baik, dan Sabar.

Para polisi Tiongkok, sedang memukuli praktisi-praktisi Falun Gong di lapangan Tiananmen, Beijing | Photo: Minghui

Falun Gong juga telah dilatih di Indonesia, di berbagai provinsi. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi: www.falundafa.org dan id.minghui.org. (Jul)

Sumber: ntd.tv