Erabaru.net. Apendisitis atau radang usus buntu, biasanya merupakan salah satu penyebab utama dilakukannya tindakan pembedahan.

Meski hanya operasi kecil, namun untuk mendiagnosisnya di awal, adalah cukup merepotkan untuk dilakukan, karena gangguan itu berada di usus buntu yang letaknya ada di dalam tubuh, dan tidak bisa begitu saja dilihat langsung dengan mata, selain itu gejalanya bisa sering tercampur dan juga mirip dengan gejala gangguan lain, khususnya pada anak-anak dan wanita usia subur.

Gejala pertama yang biasanya muncul adalah rasa sakit di sekitar pusar atau di bagian tengah perut sebelah atas. Rasa sakit ini menjadi lebih akut dan intens seiring berjalannya waktu. Kemudian, mual, muntah dan demam juga bisa terjadi.

Gambaran klinis memiliki 3 karakteristik: gejala pencernaan, peritonitis septik, dan lokal. Gejala ini bisa sangat menyesatkan dan membingungkan karena serupa dengan gastroenteritis, sindrom iritasi usus parah (IBS), konstipasi, infeksi kandung kemih ataupun saluran kencing, penyakit Crohn atau infeksi panggul.

Berikut adalah 8 gejala yang umumnya dialami oleh penderita radang usus buntu:

1. Meningkatnya rasa sakit saat bergerak atau batuk, di bagian perut

perfecto.guru

Rasa sakit bertambah seiring berjalannya waktu, dan kemudian muncul saat bernafas, batuk, bergerak, meregangkan tubuh, serta bergoyang.

2. Muntah

perfecto.guru

Ini juga merupakan salah satu gejala, karena muntah mengindikasikan bahwa tubuh perlu mengeluarkan zat buruk. Muntah juga muncul sebagai cerminan tubuh untuk membersihkan saluran pencernaan.

3. Konstipasi

Jika mengalami konstipasi, tidak disarankan untuk menggunakan enema, karena ini bisa memperburuk situasi.

4. Diare

Jika mengalami diare, Anda harus terus mempertahankan agar tubuh tetap terhidrasi, dan sebelum ada tanda-tanda, seperti mengeluarkan darah BAB, segeralah ke dokter.

5. Hilangnya nafsu makan

Memang normal bahwa, ketika mengalami rasa sakit, muntah dan diare, Anda kehilangan nafsu makan.

6. Demam

perfecto.guru

Apendisitis biasanya meningkatkan suhu tubuh dan jika terjadi perforasi, demam bisa terjadi dan semakin meningkat panasnya, detak jantung bertambah cepat.

Penting untuk diperhatikan jika terjadi pada anak-anak. Untuk setiap tingkat suhu yang meningkat pada anak, detak jantung juga bertambah cepat, antara 8-10 per menit.

7. Retensi gas

perfecto.guru

Sangat mungkin bahwa penderita radang usus buntu tidak dapat mengeluarkan gas, kondisi yang didukung oleh sembelit.

Karena itu, sangat penting untuk diwaspadai, karena gangguan pembuangan gas dari dalam tubuh, bisa jadi adalah gejala penyumbatan usus.

8. Ketidaknyamanan tubuh

Jika Anda mengalami kelelahan yang tidak biasa dan ketidaknyamanan yang terus terjadi, ini bisa menjadi gejala radang usus buntu.

Ingat bahwa jika terjadi ketidaknyamanan, atau gejala gangguan fisik apapun, Anda harus menemui dokter Anda. Hindari pengobatan dengan intuisi sendiri.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif, dan tidak dapat dijadikan acuan untuk menentukan keadaan fisik siapapun. Jika Anda mengalami gejala gangguan fisik, kami sangat menyarankan untuk segera mencari bantuan kepada profesional. (Jul)

Sumber: www.cuisineandhealth.com / perfecto.guru

Share
Kategori: SEHAT

Video Popular