Erabaru.net. Sapi di India memang memiliki tempat khusus, karena dianggap sebagai hewan suci.

Saat mereka sedang berkeliaran di jalanan, mereka bisa mengganggu lalu lintas.

Tapi sapi tidak boleh disalahkan, mereka ditelantarkan, apalagi saat mereka diketahui sudah tidak lagi berguna.

Friederike Irina Bruning melihat masalah ini dan memilih untuk membantu hewan yang ditelantarkan itu!

Facebook | Paripoornananda Swami

Bruning (59) datang jauh-jauh dari Jerman ke Mathura, India untuk berguru tentang ilmu agama dan kehidupan.

Dan tetangganya menyarankannya untuk membeli seekor sapi.

Dia membaca buku tentang sapi dan bagaimana merawatnya.

Selama waktu luangnya, dia bahkan belajar bahasa Hindi, bahasa nasional India.

Bruning pun mampu menjalin ikatan dengan binatang itu, tapi dia segera menyadari bahwa orang-orang meninggalkan sapi mereka saat mereka tidak lagi dapat menyediakan susu lagi.

Dia merasa bahwa itu tidaklah adil bagi sapi-sapi, terutama sapi betina.

Facebook | Save cows, help Cows

Untuk membantu hewan-hewan yang tertekan itu, dia mendirikan sebuah tempat penampungan yang disebut Surabhi Gauseva Niketan.

Tempat penampungan hewan sekarang menampung hampir 1.200 sapi yang ditelantarkan majikannya!

Ada tempat penampungan terpisah yang dibangun untuk melayani sapi lainnya.

Salah satunya adalah untuk merawat sapi dengan kebutuhan khusus atau sapi yang sakit dan terluka.

Facebook | Paripoornananda Swami

Ia sendiri hampir menghabiskan dana sebesar 2200 ribu Rupee setiap tahunnya.

Ayah Bruning yang bekerja di Kedutaan Besar Jerman di India pada awalnya mendanai tempat penampungannya tersebut.

Namun belakangan dia pensiun dari pekerjaannya dan hanya bergantung dari dana pensiunnya.

Facebook | Paripoornananda Swami

Bruning memiliki beberapa properti di Berlin, sehingga dia masih bisa mendapatkan uang untuk mengurus sapi-sapi terlantar itu, beserta pegawai yang bertugas.

Masalah lainnya, terletak pada kenyataan bahwa dia belum diberi visa jangka panjang untuk tinggal di India.

Dia harus memperbarui visanya setiap tahun. Terlepas dari rintangan yang dihadapinya, Bruning tetap bertekad merawat ribuan ekor sapi yang tinggal di tempat penampungannya. (intan/rp)

Sumber: www.ntd.tv/

Share

Video Popular