Erabaru.net. Kematian mendadak adalah penyakit yang paling serius pada manusia. Definisi kematian mendadak berbeda dalam literatur yang tidak sama. Definisi kematian mendadak dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO): “Biasanya penderita yang sehat atau tampak terlihat sehat, dimana dalam periode waktu singkat yang tidak terduga, tiba-tiba mati mendadak .

Insinyur muda berusia 24 tahun ini tidak memiliki kebiasaan buruk semasa hidupnya.

Di salah satu rumah sakit di Suzhou, Tiongkok, datang seorang pemuda dengan detak jantung terhenti. Menurut keterangan dokter setempat, pemuda itu sudah tidak sadarkan diri saat dibawa ke rumah sakit.

Temannya yang mengantar mengatakan, ketika itu ia melihat temannya tiba-tiba pingsan, dahi dan punggungnya berkeringat, lengan dan pahanya kaku.

Ia pun segera memanggil ambulan. Tapi malang, setelah berusaha selama 3 ½ jam, nyawanya tetap tak terselamatkan.

Pemuda yang mati mendadak itu bermarga Yao, 24 tahun, adalah seorang insinyur muda lulusan Universitas Suzhou, Tiongkok.

Menurut keterangan rekannya, temannya itu tidak memiliki kebiasaan buruk, tidak merokok juga tidak menenggak minuman keras.

Sering lembur adalah aktivitasnya sehari-hari. Dan lelah, menjadi masalah terakhir yang membuatnya tumbang.

“Orang yang awalnya sehat-sehat saja, tiba-tiba pergi begitu saja.”

Kematian mendadak sekilas terlihat tidak ada tanda-tandanya, sebenarnya, sebelum terjadi kematian mendadak, tubuh akan mengirim beberapa sinyal, jika bisa mendeteksi sinyal ini dengan tepat dan segera melakukan penanganan, mungkin tragedi seperti ini tidak akan terjadi.

Berikut sinyal-sinyal yang perlu diperhatikan :

1. Nyeri dada

Kematian mendadak disebabkan penyakit jantung koroner, bisa menyerang siapa saja. Ciri khasnya adalah nyeri dada

2. Sakit maag, mual

Jika tidak ada sakit maag tapi lambung terasa sakit, bisa saja ada kaitannya dengan pembuluh darah di jantung yang menyebabkan gangguan pencernaan.

3. Sakit bahu dan leher

Jika bahu, leher, dagu, lengan dan tempat lainnya tiba-tiba terasa sakit, sebaiknya hati-hati!

4. Keringat berlebihan

Bila Anda tidak berolahraga tapi tiba-tiba berkeringat, maka ini mungkin adalah sinyal sebelum kematian mendadak.

Pencegahan kematian mendadak

1. Rutin berolahraga

Olahraga dapat menurunkan resiko kematian mendadak. Tapi jangan sampai olahraga berlebihan juga. Saat cuaca panas, olahraga tidak boleh terlalu intensif. Berenang, jogging dan latihan aerobik lainnya adalah jenis olahraga yang sehat dan menguatkan jantung.

2.Medikal check up secara berkala

Di antara semua kasus kematian mendadak yang paling menakutkan adalah seseorang yang terlihat sehat secara eksternal itu sebenarnya belum tentu sehat secara internal. Kematian mendadak dapat dicegah dengan deteksi sejak dini dan pemeriksaan yang rutin.

3. Jaga suasana hati yang baik

Baik atau buruk suasana hati seseorang juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik. Kalau kita mudah marah, maka kemungkinan Anda adalah salah satu dari komunitas yang berisiko tinggi mendapat serangan kematian mendadak.

Karena suasana yang buruk dapat menyebabkan volatilitas darah menjadi kuat, rentan menyebabkan infark miokard dan menyebabkan kematian mendadak. Jadi pencegahan kematian mendadak harus dimulai dari suasana hati yang bagus.

Pertolongan pertama saat terjadi kematian mendadak

Kematian mendadak sering terjadi pada cuaca panas. Jika kebetulan melihat penderita jatuh terjerembab ke tanah, segera amati kondisi sekitar, misalnya di jalan, segera pindahkan ke tempat yang aman dan rindang.

Yang kedua, amati apakah kesadaran pasien telah kabur, bagaimana dengan pernapasannya apakah normal. Dan terakhir adalah menghubungi ambulans, dan kemudian melakukan CPR-Cardiopulmonary Resusication (usaha untuk mengembalikan fungsi pernafasan). (jhn/yant)

Sumber: ntd.tv

Share

Video Popular