Erabaru.net. Saat Anda melihat ke langit malam yang berbintang, dan tiba-tiba, sebuah bola api menembus langit dan tampaknya jatuh ke bumi di kejauhan entah dari mana!

Namun sepertinya, kejadian itu hanya fiktif belaka. Mungkinkah untuk menemukan sedikit batu kosmik dari luar angkasa yang terjatuh di bumi?

Australia memiliki sebuah jaringan bernama Jaringan Fireball Desert, sebuah sistem pelacakan meteorit baru, menggunakan 32 kamera otomatis jarak jauh yang tersebar di daerah padang gurun, untuk melacak koordinat meteorit turun dan terdampar di bumi.

Pada Malam Tahun Baru 2015, Phil Bland, seorang ahli geologi planet di Western Australia Curtin University, menemukan sebuah meteorit kuno, yang diyakini adalah asteroid yang berada di antara orbit Mars dan Jupiter.

Internet

Meteorit itu beratnya sekitar 3,7 kilogram.

Bland mengatakan kepada Mashable Australia: “Kami memiliki kamera observatorium otomatis yang ada di padang pasir dan semak-semak,” katanya. “Mereka disebar untuk melihat bola api luar angkasa yang jatuh ke bumi, dan kemudian memberitahu kami.”

Pada akhir November, kamera telah mendeteksi sesuatu yang besar dan terang di langit malam, meluncur ke bumi.

Bland dan kelompoknya pun segera melacak serpihan meteor itu.

“Kita bisa melihat itu cukup besar, dan kita berusaha untuk menemukannya,” katanya.

©YouTube Screenshot | Curtin University
©YouTube Screenshot | Curtin University

Tiba-tiba mereka harus berlomba melawan waktu, karena hujan deras mengguyur Australia, dimana air hujan bisa mengubur meteoritnya di bawah kaki lumpur.

Share

Video Popular