Erabaru.net. Setiap orang membutuhkan teman, namun, bukan hanya teman untuk bergaul, tapi teman dalam arti sebenarnya.

Yaitu teman bisa menjalin persahabatan yang tulus, teman yang selalu menemani dengan setia di saat kita terpuruk, menemanimu melewati masa-masa sulit.

Alangkah beruntungnya apabila memiliki seorang sahabat karib yang bisa saling berbagi dengan tulus, ibarat pribahasa“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing’.

Bagi Karen Wu (samaran), seorang gadis cantik dari Chongqing, Tiongkok, memiliki seorang sahabat karib yang tulus-setia di kala suka maupun duka, adalah satu hal yang paling membahagiakan dalam sepanjang hidupnya.

Karen yang berusia 23 tahun divonis menderita acute lymphoblastic leukemia-ALL atau Leukemia Limfositik Akut pada Maret lalu.

Karena efek kemoterapi yang dijalaninya, rambut hitamnya yang semual panjang terurai mulai rontok.

Dokter menyarankan agar rambutnya dipangkas hingga botak untuk proses terapi, namun itu bukan hal yang mudah bagi Karen untuk memutuskannya, mengigat ia selalu ingin tampil cantik.

Di saat-saat terberat itulah, Lulu (samaran) menunjukkan empatinya pada Karen, dia mencukur habis rambutnya agar Karen merasakan bahwa masih ada orang yang selalu mendukungnya.

Lulu, sahabat karibnya tanpa ragu sedikit pun memangkas rambutnya hingga botak, sang sahabat memberikan dukungan kepada teman karibnya melalui tindakan nyata.

“Saya tidak keberatan jika harus botak, asalkan Karen bisa tetap bahagia. Ini bukti saya selalu mendukungnya dalam kondisi apa pun. Dan kami akan menjadi keluarga botak bersama,” kata Lulu, sambil tertawa.

Karen dan Lulu sudah berteman sejak 5 tahun lalu, Karen bekerja di sebuah salon di kota Chongqing, sementara Lulu bekerja sebagai kurir.

Dua sahabat karib yang sama-sama berasal dari daerah ini bekerja di Chongqing, mereka saling mendukung dan saling menemani baik dalam suka maupun duka.

Karen bukan berasal dari keluarga berada, karena itu, ia harus mengirim uang dari hasil kerjanya setiap bulan ke kampung untuk biaya sekolah adik-adiknya.

Setelah Karen jatuh sakit, keluarganya pernah datang menjenguknya dan bermaksud membawanya pulang ke kampung, tapi dicegah oleh Lulu.

Lulu khawatir dengan kondisi (ekonomi) keluarga Karen, jika Karen di rumah justru akan kehilangan kesempatan baik untuk terapi, sehingga Lulu berusaha agar Karen tetap tinggal di Chongqing.

Semua yang dilakukan Lulu untuk Karen sahabat karibnya itu, bukan saja menemaninya secara batin, tapi agar Karen bisa lebih tenang menjalani kemoterapi, Lulu juga memberikan semua gajinya untuk biaya pengobatan Karen, dan tentu saja Lulu menyembunyikan hal ini dari orangtuanya.

Karena besarnya biaya pengobatan, jadi, untuk mendapatkan lebih banyak uang, Lulu pun menerima banyak paket kiriman.

Beberapa waktu lalu, Karen merayakan ulang tahunnya yang ke 23 tahun, yang merupakan ulang tahun pertamanya setelah divonis leukemia.

Untuk hari istimewa ini, Lulu secara khusus merancang ulang tahun yang spesial untuk Karen, dan bertanya apa keinginannya.

“Aku tidak tahu apakah harapan ini akan terwujud 50 tahun kemudian? Tapi aku benar-benar ingin hidup 50 tahun lagi,” kata Karen.

Malamnya saat ulang tahun Karen, keduanya pergi ke pinggir sungai yang sering mereka kunjungi dulu.

Lulu mengikat balon-balon yang berwarna warni ke pohon, dan memasang lilin ulang tahun yang berusia 73 tahun.

Lulu memajukan hari ulang tahun Karen, dan mendoakan agar sahabat karibnya bisa segera sembuh.

“Sekarang kami berdua sama-sama botak, dengan harapan kelak bisa tetap bersama sepanjang masa!”kata Lulu sambil tersenyum.

Persahabatan sejati yang tulus dan mengharukan antara Lulu dan Karen ini juga menyentuh hati banyak netizen.

Ya Tuhan! Sungguh mengharukan jika memiliki sahabat sejati yang demikian tulus seperti Karen dan Lulu, yakin dengan adanya dukungan dan persahabatan Lulu, Karen pasti akan segera sembuh seperti sedia kala.(jhn/yant)

Sumber: coco01.net

Share

Video Popular