Erabaru.net. Angela Shymanski, seorang ibu rumah tangga dari British Columbia, Kanada, sebelumnya mengira bahwa acara wisata ke Calgary bersama kedua anaknya akan menjadi liburan keluarga yang menyenangkan.

Namun perputaran nasib tak ada yang mampu mencegahnya, saat berkendara pulang melalui Canadian Rockies, sang ibu mengalami mimpi terburuknya.

Angela berwisata dengan mengemudikan mobil sendirian bersama kedua anaknya, Lexi yang berusia 5 tahun dan Peter yang berusia 10 minggu, sementara suaminya tinggal di rumah karena kewajiban kerja.

Hal itu membuat Angela menjadi satu-satunya pengasuh, pengawas, dan pengemudi dalam perjalanan pulang, inilah yang membuatnya merasa lelah, apalagi saat harus melintasi daerah pegunungan dekat Jasper, Alberta.

Dia tidak berpikir untuk beristirahat sejenak ketika dia harus menenangkan anak saat mengemudi, yang pada akhirnya terbukti harus dibayar mahal.

Sang ibu berpikir bahwa dia bisa menenangkan anak-anaknya selama mengemudi di jalanan sulit dengan memutarkan CD lagu pengantar tidur.

Namun dia tidak menyadari bahwa betapa lelahnya dia saat melakukan perjalanan itu, sehingga musik tersebut malah membuatnya mengantuk.

(Foto: GoFundMe)

Angela hanya sempat mendengar sisa kejadiannya saja, karena dia menghabiskan sebagian besar peristiwa mengerikan itu dengan tidak sadarkan diri.

Setelah tiba-tiba dia hilang kesadarannya saat mengemudi, tanpa sadar Angela membelokkan mobil dari jalanan dan menuruni tebing curam setinggi 12 meter sebelum akhirnya mobil menabrak sebatang pohon.

Kecelakaan itu bisa dengan mudah berakibat fatal bagi ketiganya di dalam mobil, meski mereka tetap hidup setelah kecelakaan.

Angela sendiri langsung jatuh pingsan saat terkena benturan, yang mematahkan punggung dan beberapa tulang tambahan, dan nampaknya bantuan tidak mungkin akan datang jika tidak melihat ke arah sisi bukit diantara jalanan Alberta dan British Columbia.

Dengan tipisnya kemungkinan bantuan datang, keluarga tersebut mungkin akan mengalami nasib yang tragis setelah liburan.

Namun apa yang terjadi selanjutnya, sungguh tak disangka.

Lexi, gadis cilik yang berusia lima tahun baru saja berhasil melepaskan diri dari sabuk pengaman kursi mobilnya, saat dia menyadari bahwa adik bayinya sedang menangis dan ibunya tidak kunjung terbangun.

Dari sana, si gadis pemberani itu berhasil keluar dari mobil dan mulai menapaki tanjakan tajam menuju jalan raya, mendaki lereng setinggi 12 meter untuk mencari pertolongan.

Setelah kejadian tersebut, Angela baru mengetahui bahwa lereng itu sangat curam sehingga petugas pemadam kebakaran harus menggunakan tali untuk turun menuju lokasi kecelakaan

Inilah membuat tindakan Lexi, yang mendaki dengan bertelanjang kaki dan tangan kosong, nampak lebih heroik.

Tak satu pun dari orang dewasa yang berusaha menyelamatkan Angela dan Peter dapat melakukannya sendiri tanpa membutuhkan alat bantuan, dan pada akhirnya harus dilakukan melalui pengangkutan udara untuk menyelamatkan Angela.

Untunglah, sang kakak perempuan itu berhasil sampai di jalan raya dalam waktu yang cukup lama untuk meminta bantuan pada seseorang untuk menolong ibu dan adik laki-lakinya, yang akhirnya dirawat karena mengalami cedera otak.

(Foto: GoFundMe)

Pengemudi pertama yang berhenti untuk memberikan bantuan adalah seorang paramedis, hal ini sungguh menguntungkan bagi kondisi Angela.

Ibu yang berprofesi sebagai instruktur renang ini bisa saja mengalami lumpuh seumur hidupnya jika si penyelamat pertama berusaha memindahkan Angela sendirian.

Namun, untunglah paramedis menyadari hal itu, dan dengan cepat memanggil bala bantuan untuk memastikan bahwa upaya penyelamatan itu tidak akan berjalan salah.

Angela membutuhkan waktu 19 hari untuk pulang dari rumah sakit setelah diterbangkan ke Edmonton, dan membutuhkan waktu lebih lama lagi setelahnya, hingga akhirnya dinyatakan sudah dapat dilakukan pemulihan penuh.

Saat kecelakaan, Angela menerima CPR (Cardiopulmonary Resusication) untuk menyelamatkannya, namun hal itu malah mengakibatkan lebih banyak lagi tulang yang mengalami luka.

(Foto: GoFundMe)

Ditambah lagi, harus dilakukan operasi tulang belakang dan beberapa operasi diperutnya, hal ini membuat sang ibu tidak mampu untuk menggendong bayinya selama berminggu-minggu setelah kecelakaan itu.

Angela harus menggunakan kursi roda lebih lama lagi setelahnya, dan nasib bayi Peter sendiri juga membutuhkan bedah saraf.

Untuk mendapatkan Angela kembali sehat, keluarga itu harus sering bolak-balik ke kota lain.

Melansir artikel dari laman GoFundMe mereka, keluarga Angela mengungkapkan bahwa mereka telah mengajarkan Lexi untuk berjalan tanpa alas kaki dari rumah ke tetangga mereka, setahun sebelum kecelakaan itu.

Mengajarkan kesiapsiagaan darurat dan menekankan lagi bahwa ‘orang asing yang baik’ dapat menyelamatkan hidup Anda dalam keadaan darurat.

Tampaknya pelajaran itu, yang dikombinasikan dengan keberanian bawaan dan pemikiran cepat dari gadis berusia 5 tahun itu, telah berhasil menyelamatkan tiga nyawa di hari itu. (ajg/yant)

Sumber: theepochtimes

Share

Video Popular