Erabaru.net. Ibu Laura yang berusia 65 tahun ini tinggal sendiri di rumah, karena masalah pada kakinya sehingga sebagian besar waktunya sepanjang hari dihabiskan di atas kursi roda.

Sementara anak-anak Bu Laura masing-masing sibuk dengan pekerjaannya, karena khawatir tidak bisa mengurus dirinya, maka anak-anaknya mempekerjakan perawat untuknya.

Namun, perawat yang dipekerjakan, tidak ada yang betah lebih dari sebulan, karena temperamen Bu Laura yang terlalu aneh.

Dia kerap marah-marah tanpa sebab, membuat perawatnya tidak tahan, ditambah lagi dengan gaji yang tidak seberapa, sehingga semuanya mengundurkan diri.

Kondisi seperti itu baru terpecahkan setelah kedatangan seorang wanita bernama Nuri.

Nuri adalah seorang wanita usia 40 tahun, keluarganya tinggal di desa, punya seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Demi mengurus anak-anaknya juga, Nuri menyewa sebuah rumah di kota, dengan begitu ia bisa kerja sambil mengurus putrinya.

Nuri menyukai pekerjaan sebagai perawat, ia merawat Bu Laura seperti merawat orangtuanya sendiri.

Nuri sangat gesit dalam pekerjaan rumah tangga, dia juga pintar memasak, dan sikap bu Laura kepadanya juga tidak terlalu kasar.

Namun, sampai pada hari kelima, Bu Laura marah-marah lagi tanpa sebab.

Dia membanting semangkuk bubur ke lantai dan berteriak dengan keras menyuruh Nuri pergi.

Menghadapi tindakan Bu Laura yang kasar, Nuri tidak marah sedikit pun.

ILUSTRASI. Sumber: http://library.duke.edu

Setelah membersihkan bubur yang berantakan di lantai, Nuri berkata pada Bu Laura, “Nyonya, kalau tidak mau makan ya sudah, bagaimana kalau saya bawa nyonya jalan-jalan di luar, tanaman bunga sweet olive di taman sana sudah bersemi, aromanya harum sekali.”

“Aku tidak mau, cepat kau pergi dari sini, jangan tinggal di rumahku,” cetus si nyonya marah.

Nuri tidak menggubris Bu Laura yang marah-marah, ia mendorong kursi roda bu Laura dan membawanya keluar.

Bu Laura tak bisa berbuat apa-apa, terpaksa membiarkan dirinya dibawa turun oleh Nuri, perawatnya.

Di seputar kawasan pemukiman, Bu Laura memejamkan matanya berjemur di bawah sinar matahari.

ILUSTRASI. (gettyimages.com)

Suasana hatinya tiba-tiba membaik, Nuri memetik setangkai bunga sweet olive dan diberikan kepada Bu Laura, “Nyonya, coba cium, gimana, harum bukan?”

Share
Kategori: Pilihan Redaksi

Video Popular