Erabaru.net. Merasa tidak nyaman, kembung, atau mual dapat merusak hari siapa pun juga. Menurut penelitian lebih dari 30 persen populasi mengalami ketidaknyamanan pada pencernaan.

Tapi hanya dikarenakan hal itu umum terjadi, namun tidak berarti Anda harus hidup dengannya.

Berikut ini 8 alasan mengapa Anda mungkin mengalaminya, dan langkah apa yang harus dilakukan.

1. Dimana dan kapan Anda makan

Gaya hidup kita yang sangat sibuk berarti kita sering makan apa yang kita bisa, kapan pun kita bisa. Dari meraih roti untuk sarapan, makan siang di atas meja kerja atau di dalam mobil, makan dengan cepat adalah resep perut untuk menjadi kembung.

Untuk pencernaan yang optimal, tubuh kita perlu diperhatikan agar beristirahat dan mencerna. Jika kita tanpa berpikir mengunyah media sosial atau saat terburu-buru keluar dari pintu, tubuh dan otak kita tidak siap. Hal yang sama berlaku untuk makan larut malam.

Sistem pencernaan kita lebih aktif pada siang hari. Makan dan tidur bisa menyebabkan kembung, mual, dan sakit maag atau acid reflux.

Luangkan waktu untuk duduk makan secara tepat, dan tidak tergesa-gesa atau penuh perhatian saat Anda makan. Memperlambat proses, menikmati makanan Anda, dan mencegah kembung.

2. Hindari garam

Makanan mengandung banyak sodium (baca: diolah) membuat kita menahan air, yang menyebabkan kembung. Membiasakan menyantap hidangan yang berbumbu dan mengandung rempah-rempah adalah cara terbaik untuk menghindari rasa kembung akibat garam.

Pilih makanan utuh daripada makanan olahan, dan masak di rumah sebanyak mungkin. Minum banyak air dapat membantu menggelontor sodium, jadi minum sebanyak 8-12 gelas untuk membantu menghalau kembung.

3. Mikrobioma yang tidak bahagia

Bila triliunan bakteri yang membentuk mikrobioma kita menjadi tidak seimbang, bisa menyebabkan kembung, mual, nyeri, bahkan muntah.

Untuk mendukung usus yang sehat, fokuskan pada penambahan makanan fermentasi seperti kimchi dan kombucha ke dalam makanan Anda, serta memilih suplemen probiotik berkualitas tinggi untuk membantu menyeimbangkan bakteri baik dan buruk.

4. Intoleransi gluten atau sensitivitas

Intoleransi atau bahkan ketidakpekaan terhadap gluten bisa berada di balik kembung. Bahkan jika Anda mengikuti diet bebas gluten, Anda bisa bersembunyi dalam hal-hal seperti sup, telur orak-arik, dan daging giling.

Cara terbaik untuk mengetahui apakah penyakit Celiac menyebabkan kembung (dan masalah kesehatan lainnya) adalah tes darah sederhana yang dapat Anda lakukan di rumah atau di kantor dokter Anda. Anda juga bisa mencoba diet eliminasi untuk melihat apakah Anda memiliki kepekaan makanan.

5. Buah dan sayuran

Percaya atau tidak, beberapa buah dan sayuran sehat bisa menyebabkan kembung yang serius.

Pelakunya yang umum termasuk makanan berat karbohidrat seperti apel, mangga, asparagus, dan sayuran seperti brokoli.

Diskusikan percobaan dengan diet FODMAP rendah dengan pakar kesehatan alami untuk memutuskan apakah itu tepat untuk Anda.

6. Kontrol kelahiran hormonal

Hormon dalam pengendalian kelahiran, terutama estrogen, dapat menyebabkan kembung dan penambahan berat badan di daerah perut.

Kontrol kelahiran juga bisa menyebabkan resistensi insulin, yang juga menyebabkan kenaikan berat badan. Berkonsultasilah dengan pakar kesehatan alami Anda tentang alternatif non-hormonal.

7. Terlalu banyak atau tidak cukup kafein

Kafein dapat memiliki efek diuretik, membantu membersihkan tubuh dari kelebihan garam dan air.

Tapi terlalu banyak kafein-lebih dari satu atau dua cangkir teh atau kopi setiap hari, bisa menyebabkan kembung. Beralihlah ke teh herbal, air, atau alternatif yang lebih sehat selain itu.

8. Kurang beraktivitas

Tubuh kita membutuhkan gerakan untuk menjaga agar benda bergerak dalam saluran pencernaan.

Pikirkan bagaimana berjalan-jalan setelah makan besar bisa membuat Anda merasa lebih baik, olahraga membantu pencernaan meski kita tidak sedang berlebihan makan.

Pose yoga yang fokus pada memutar bisa sangat membantu dalam mendukung pencernaan, tapi aktivitas jalan-jalan, bersepeda, atau jenis olahraga teratur akan menghasilkan keajaiban.” (ajg/yant)

Sumber: theecpochtimes

Share

Video Popular