Erabaru.net. Dalam beberapa tahun terakhir ini, peristiwa “bullying” kerap terjadi. Baik di tempat kerja, di sekolah bahkan secara online, selalu ada kasus bullying.

Sudah cukup banyak peristiwa bully ini berakhir dengan tragedi , sehingga masyarakat akhirnya mulai memperhatikan dampak seriusnya.

Apa yang disebut dengan “bullying” ini jelas bukan “bercanda antar sesama”sesederhana seperti yang dikatakan.

Dan peristiwa bully dari tahun ke tahun ini membuat kita menyadari bahwa apa yang disebut bully ini buklan hanya bentrokan secara fisik.

Terkadang bully secara lisan dan bahasa justru dapat menyebabkan luka batin yang tak tersembuhkan pada korban!

Kata-kata atau bahasa dan tulisan bak pisau tajam tak kasat mata.

Ketika kata-kata bernada kasar dan sindiran yang menyinggung perasaa diucapkan, mungkin tidak akan meninggalkan bekas luka yang jelas seperti goresan silet yang sesungguhnya, tapi justru luka yang tak terlihat itu barulah kesan buruk yang tak terhapuskan!

Agar para siswa menyadari betapa seriusnya bullying secara lisan itu, seorang guru sekolah dasar di Inggris ini secara khusus mengajak siswanya membuat sebuah eksperimen, dan hasilnya sungguh mengejutkan orang-orang setelah diposting ke internet.

Mereka memuji guru SD ini yang telah memberi pendidikan terbaik untuk siswanya.

Rosie Dutton, seorang pendidik di sebuah SD di Inggris ini pernah menjadi korban bullying.

Dia mengenang kembali proses pertumbuhannya ketika itu, meski terlihat baik-baik saja secara permukaan, tapi luka karena kata-kata maupun tulisan-tulisan bernada bully itu, tetap saja menyisakan luka di hatinya.

Dan dia sangat menyadarinya, bahwa banyak orang yang dibully secara lisan dan tulisan itu tidak tahu bagaimana melampiaskan ketakutan dan rasa sakit di hatinya, sehingga seringkali harus menanggung rasa sakit itu sendiri.

Mengingat kejadian bullying sosial yang kerap terjadi baru-baru ini, Rosie memutuskan membiarkan anak-anak memhami betapa mengerikannya bullying itu.

Suatu hari dia membawa dua buah “Apel” ke kelas, dan meminta anak-anak didiknya‘mengecam, mencaci-maki’terhadap salah satu apel, dan memberikan‘pujian, sanjungan” terhadap apel satunya!

Awalnya Anak-anak tidak mengerti apa maksud gurunya, tapi mereka menganggap itu sebagai sebuah permainan, dan dengan senangnya mereka pun menuruti petunjuk gurunya.

Mereka mencaci-maki pada salah satu buah apel : “Kamu menyebalkan, tidak ada yang suka padamu,” “Saya belum pernah melihat apel yang begitu jelek,”.

Terhadap apel satunya lagi, dengan nada lembut seakan berbisik mereka berkata kepada apel itu, “Betapa cantiknya kamu,” “Kulitmu halus sangat indah,””Kamu adalah apel terindah dan paling harum yang pernah saya temui!”

Setelah seluruh kelas mengatakan dalam satu putaran, penampilan dua apel tidak berubah.

Ketika Rosie membelah apel itu, mereka melihat apel yang dicaci-maki itu sudah agak membusuk, terlihat banyak bekas luka.

Sementara apel satunya yang dipuji dan disanjung itu masih utuh dan terlihat sangat menggoda untuk mencicipinya.

Sebenarnya, apel yang sudah membusuk itu sudah disiapkan sebelumnya oleh Rosie sebelum ke sekolah.

Ia berharap melalui percobaan itu, bisa membuat siswanya memahami luka batin yang tak terlihat akibat bullying itu, sama halnya seperti luka tak terlihat yang dialami seseorang yang dibully.

Rossi mengungkapkan, bahwa dalam proses percobaannya itu, ia sangat senang karena ada seorang siswa perempuan yang menolak untuk mengatakan kata-kata kasar terhadap kedua Apel tersebut.

Siswa perempuan ini menunjukkan bahwa masih ada orang yang mau maju untuk menghentikan tindakan bullying saat orang lain dibully.

Kemudian, Rossi berbagi cerita tentang mata pelajaran di kelasnya itu di facebook, berharap semua orang bisa mengerti betapa besarnya luka batin korban akibat dibully.

Karena kita tidak bisa membayangkan seperti apel yang begitu mudah dibelah, jadi kita tidak bisa mengetahui seseorang yang sekilas tampak baik-baik saja secara permukaan itu apakah dalam hatinya justru sedang mengalami luka batin yang menyedihkan.

Luka batin akibat kata-kata dan tulisan itu benar-benar jauh lebih mengerikan daripada yang kita bayangkan !

Jadi dihimbau kepada semuanya tolong pikirkan dulu matang-matang sebelum mengucapkan sesuatu, jangan sampai dikarenakan kekhilafan sesaat lalu melukai hati orang lain, dan menjadi bayangan kelamnya sepanjang hidupnya!(jhn/yant)

Sumber: ptt01.cc

Share

Video Popular