Erabaru.net. Mengapa beberapa pria benar-benar berselingkuh? Sekalipun kehidupan mereka dengan pasangannya dapat dikatakan “sempurna,” dan mengapa kadang ada yang terus berselingkuh bahkan setelah tertangkap oleh pasangannya sekalipun?

Walaupun mereka tahu, bahwa ada konsekuensi serius seperti perceraian atauipun isolasi dan kehilangan kepercayaan dari keluarga, tetap saja ada yang selingkuh?

Setelah bertahun-tahun bekerja dengan pasangan yang menghadapi krisis, terapis Robert Weiss menyimpulkan bahwa pilihan untuk berselingkuh pada pria didorong oleh satu atau lebih faktor berikut:

Herrndorf / shutterstock.com

1. Ketidakdewasaan

Jika seorang pria tidak memiliki banyak pengalaman dalam hubungan serius, atau jika tidak sepenuhnya mengerti bahwa tindakan yang dilakukan pasti akan menimbulkan konsekuensi seperti menyakiti pasangan, mungkin dia tidak keberatan melakukan petualangan cinta dan seksual yang baru dengan orang lain.

2. Kecanduan

Dia mungkin mengalami masalah alkohol dan atau obat-obatan yang mempengaruhi pengambilan keputusannya, sehingga bisa saja dia mengambil keputusan pendek untuk melakukan suatu hubungan dengan orang lain yang bukan pasangannya.

Kasus lain adalah mungkin dia memiliki masalah kecanduan seksual, terlalu banyak menonton film porno atau terlalu banyak mengisi informasi tentang hubungan seks, yang pada akhirnya menyebabkan dia kecanduan, dan cenderung selalu memiliki dorongan untuk melakukan hubungan seksual, yang pada akhirnya, menyebabkan terjadinya perselingkuhan.

3. Ketidakamanan

Dia mungkin merasa terlalu tua (atau terlalu muda), tidak cukup tampan, tidak cukup kaya, tidak cukup pintar… (Banyak ketidaksetiaan laki-laki dikaitkan dengan krisis eksistensial). Untuk memperkuat egonya, dia mencari pengakuan dari wanita lain, yang dapat memenuhi eksistensinya, misalnya jika dia merasa jelek, dia akan mencari wanita yang lebih jelek sebagai pasangan selingkuh…

4. Ingin mengakhiri hubungan, versi 1

Dia mungkin ingin mengakhiri hubungan dengan pasangannya saat ini. Namun, alih-alih memberi tahu rekannya bahwa dia tidak bahagia dan ingin menghentikan segalanya, dia justru berselingkuh, dan kemudian memaksanya untuk putus.

5. Ingin mengakhiri hubungan versi 2

Dia mungkin ingin mengakhiri hubungan dengan pasangannya saat ini, tapi tidak akan dia akhiri sampai pasangannya punya pasangan baru. Jadi dia diam-diam sedang mempersiapkan hubungannya untuk masa depan, setelah nanti berpisah dengan pasangannya yang sekarang.

6. Kurangnya dukungan sosial laki-laki

Dia mungkin telah melupakan kebutuhannya untuk berteman dengan pria lain, dengan harapan bahwa kebutuhan sosial dan emosionalnya akan sepenuhnya ditutupi oleh pasangan wanitanya. Dan ketika dia gagal mendapatkan dari pasangan wanitanya, dia mencarinya dari wanita lain.

7. Kebingungan antara hasrat dan komitmen

Seorang pria bisa saja salah dalam membedakan antara romantisme yang intens dengan cinta jangka panjang. Hampir pasti dialami oleh semua pasangan, bahwa hasrat dan gairah yang menggebu di awal perniakahn, lambat laun akan digantikan dengan suatu ikatan hubungan emosional dan tanggung jawab yang kuat, yang sesungguhnya adalah jauh lebih penting dalam hubungan yang sehat. Akan tetapi seorang pria bisa salah menafsirkan keadaan hubungan dan repon pasangannya, sehiangga mencari wanita lain yang dapat membangkitkan hasratnya seperti dulu.

8. Pelecehan masa kecil

Mungkin berulang kali mengalami trauma di masa kecil, yang belum terselesaikan, bisa saja berbentuk pengabaian, pelecehan emosional, penganiayaan fisik, pelecehan seksual, dan lain-lain. Luka masa kecil ini mencegah dia terlibat atau menjalin ikatan emosional yang intim dengan seseorang. Pria seperti ini juga bisa menggunakan kegembiraan dan ketegangan perselingkuhan, sebagai cara untuk meringankan rasa sakit dari luka masa lalu yang belum disembuhkan ini.

Conrad / shutterstock.com

9. Keegoisan

Mungkin saja dia merasa bahwa dia superior dalam hubungan dengan pasangannya, sehingga prioritasnya adalah dirinya sendiri. Karena itu, dia bisa melakukan apa saja yang dia inginkan tanpa mempedulikan pasangannya, termasuk berselingkuh ketika keegoisannya tidak terpenuhi oleh pasangannya (dimana pasangannya mulai menguji posisi superioritasnya).

10. Perasaan unik

Dia mungkin merasa berbeda dan pantas mendapat sesuatu yang istimewa yang tidak dimiliki pria lain. Dia sama sekali tidak menerapkan peraturan penghormatan pada ikatan monogami yang biasa, jadi bebas untuk melakukan apapun yang dia inginkan sekalipun tidak dilakukan oleh orang-orang yang sudah punya ikatan hubungan.

11. Impuls tanpa batasan

Dia mungkin tidak pernah berpikir untuk tidak setia, sampai kesempatan itu muncul. Kemudian, tanpa memikirkan apa yang mungkin diakibatkan oleh perselingkuhan terhadap hubungan mereka, dia melakukannya. Dengan kata lain, bukan terjadi karena niat, namun karena kesempatan.

12. Harapan yang tidak realistis

Dia mungkin merasa bahwa pasangannya harus memenuhi semua keinginannya setiap waktu, terlepas dari kondisi pasangannya, dan bila harapannya tidak terpenuhi, dia mencarinya di tempat lain.

13. Kemarahan / Balas Dendam

Dia bisa saja berselingkuh dengan tujuan untuk membalas dendam. Dia marah dengan pasangannya, dan ingin menyakitinya. Dalam kasus tersebut, perselingkuhan biasanya dilakukan secara terbuka untuk dilihat dan diketahui. Pria itu tidak perlu repot-repot berbohong atau menyimpan rahasia tentang perselingkuhannya, karena dia memang ingin pasangannya mengetahuinya.

Sumber: psychologytoday.com

Dapatkah Anda memikirkan alasan lain mengapa pria cenderung tidak setia? Silahkan beritahu kami. (Anggi/ Jul)

Disclaimer: semua artikel kesehatan yang ada di situs Erabaru.net ini hanya untuk tujuan informasi, dan hanya dapat dianggap sebagai saran, serta tidak boleh dijadikan acuan untuk menentukan kondisi siapapun. Jika Anda mengalami masalah atau gangguan, kami sangat menyarankan untuk segera mencari bantuan profesional.

Share
Kategori: KELUARGA PARENTING

Video Popular