Erabaru.net. Xiao Fang adalah seorang wanita yang malang, dia sudah menikah saat usia puluhan tahun, dan sekarang sudah berusia lebih dari 40 tahun, tapi belum juga punya keturunan.

Dia sudah memeriksakan diri di beberapa rumah sakit, minum berbagai ramuan, tapi tidak ada hasil, dan tentu saja hal ini sangat merisaukan pasangan suami istri ini.

Sampai suatu hari, saat pulang kerja, Xiao Fang melihat banyak orang yang berkumpul, ia pun penasaran dan menyelinap di antara kerumunan massa, dan melihat sesosok bayi yang menangis kencang tergeletak di jalanan dalam sebuah kotak kardus.

Ilustrasi.

Bayi itu terus menangis dan tak ada yang peduli, Xiao Fang merasa iba mendegar tangisan bayi yang tidak tahu apa-apa itu, lalu mengambil dan memeluk sang bayi.

Tak lama kemudian bayi itu pun berhenti menangis, dan menyunggingkan senyumnya.

Saat itu beberapa orang yang kenal dengan Xiao Fang berkata : “Bukankah kamu selalu menginginkan anak selama ini ? Kebetulan sekarang, Tuhan menganugerahkan seorang anak untukmu, lebih baik kamu bawa pulang saja.”

Xiao Fang akhirnya membawa pulang bayi itu, dan suami maupun kedua mertuanya juga setuju merawat bayi tersebut.

Namun, ketika mereka hendak memandikan bayi itu, mereka melihat ada masalah pada salah satu kaki si bayi, kemudian keluarganya menyuruh Xiao Fang mengembalikan bayi itu ke tempat semula, tapi Xiao Fang tidak mau.

Setelah Xiao Fang membawa bayi itu ke rumah sakit, dokter mengatakan bahwa bayi itu cacat lahir, namun, Xiao fang tidak berani menceritakan hal yang sebenarnya pada keluarganya.

Sampai suatu hari, akhirnya mertuanya melihat laporan hasil diagnosis rumah sakit, dan mertuanya pun berusaha meminta Xiao Fang untuk meninggalkan bayi itu.

Tapi Xiao Fang tidak tega untuk melakukannya dan dia bertekat untuk merawat bayi itu. Sampai akhirnya keluarganya mau tidak mau menerima bayi itu setelah Xiao Fang membujuknya

Ilustrasi.

Setelah mengadoposi bayi itu, Xiao Fang menamai anak angkatanya itu Li Hong.

Setelah Li Hong tumbuh dewasa, meski berjalan dengan bantuan tongkat kruk, tapi Li Hong sangat tegar, dia sadar dirinya orang cacat, adalah anak yang dicampakkan, dan dia juga sadar orangtua angkatnya telah banyak berkorban untuknya.

Sejak mulai sekolah, Li Hong belajar dengan tekun, dan berjanji akan membalas budi orangtua angkatnya kelak.

Sampai setelah lulus dari Universitas, Li Hong juga cukup sulit untuk mendapatkan pekerjaan meksi dia anak yang pintar.

Beberapa perusahaan menolaknya dengan alasan akan ada apa-apa saat kerja, dan perusahaan nantinya harus memikul beban tanggung jawab.

Akhirnya Li Hong pun membangun usaha sendiri, ia membuka sebuah toko online, yang mengelola berbagai produk pertanian dan saebagainya.

Ilustrasi.

Berkat pengelolaannya yang baik dan terarah, bisnis onlinenya semakin berkembang maju, sekaligus menggerakkan penjualan produk pertanian.

Jumlah penjualan toko onlinenya tumbuh pesat, dan tentu saja Li meraup keuntungan besar dari bisnis onlinenya.

Setelah kaya raya, orangtua angkat Li Hong mencarikan jodoh untuknya, Li Hong juga terlihat suka setelah melihat dan berkenalan dengan calonnya, dan setelah menjajaki lebih lanjut, hubungannya keduanya semakin mesra hingga akhirnya mereka pun menikah.

Saat hari pernikahan, Li Hong memberi amplop senilai satu miliar rupiah untuk orangtua angkatnya, dan memberi hormat dengan menganggukkan beberapa kali, serta berjanji akan membalas budi orangtua angkatnya.

Sampai pada suatu hari, sepasang suami istri yang tidak dikenal menyambangi rumah Li Hong, dan kebetulan saat itu, hanya Li Hong yang berada di rumah.

Setelah membuka pintu, pasangan itu tiba-tiba menangis dan berkata : “Kami adalah Orangtua kandungmu nak, ketika itu kami terpaksa meletakkanmu di jalanan, tapi kami tidak pergi, kami melihat dari jauh, dan ketika melihat ada orang yang mau merawatmu, hati kami pun lega. Anakku, pulanglah bersama kami?”

Mendengar pengakuan pasangan itu, dengan marah Li Hong berkata : “Karena saya cacat, lalu kalian mencampakkan saya, kalian sama sekali tidak pantas menjadi orangtuaku, jika di mata kalian masih mengakui saya sebagai anak kalian, mengapa harus menunggu sampai setelah saya begini baru mencariku ?”

“Mungkin kalian punya maksud lain, jangankan pulang bersama kalian, bahkan untuk bertemu dengan kalian pun saya tak sudi, kalian pulanglah, dan jangan pernah lagi muncul di hadapanku.”

Usai menumpahkan amarahnya, Li Hong pun menutup pintu dan menangis terisak. Dan kedua pasangan itu akhinrya pergi dari rumahnya.

Hari-hari selanjutnya, Li Hong tetap menemani orangtua angkatnya, merawat dan mengurus masa senja orangtua angkatnya.

Li Hong pun dikaruniai seorang anak mungil yang sehat, dan Xiao Fang ibu angkatnya yang sekarang menjadi nenek pun dengan bahagia memeluk cucu manisnya, ia menangis bahagia, dan mereka sekeluarga hidup bahagia hingga akhir hayat.(jhn/yant)

Sumber : happytify.cc

Share

Video Popular