Erabaru.net. Ada berbagai budaya yang mempunyai tradisi tertentu saat seorang anak lahir. Beberapa orang terbiasa mengirim sesuatu berwarna merah muda saat seorang anak perempuan lahir, namun di Piplantri, India, mereka merayakannya dengan cara yang sangat istimewa. Mereka akan menanam 111 pohon setiap kali seorang bayi perempuan lahir!

Ya, ketika seorang bayi perempuan lahir, orang-orang Piplantri akan merayakan dengan menanam 111 pohon!

piplantri.com

Di banyak masyarakat adat India, ketika seorang anak perempuan lahir, itu dianggap sebagai beban keluarga, karena di masa depan, akan mahal bagi keluarga itu untuk membuat upacara pernikahan.

piplantri.com

Oleh karena itu banyak gadis yang menikah sebelum mencapai usia 18 tahun dan hanya sedikit yang menerima pendidikan dengan layak.

Subjek ini masih diperdebatkan di India, seperti yang ada dalam film dokumenter berjudul “Daughters of India,” yang baru-baru ini dilarang; karena isinya.

Namun di Piplantri kami ingin memberikan pesan baru dan merayakan kelahiran anak perempuan dengan sikap yang berbeda.

piplantri.com

Adalah Shyam Sundar Paliwal, pemimpin desa tua yang memulai kebiasaan ini karena kematian putrinya, tradisi ini tetap dipertahankan hingga saat ini.

Ketika seorang gadis lahir, semacam “latar belakang” pendukung terbentuk untuk gadis itu; melalui kerjasama gabungan semua penghuni desa.

Pihak orangtua menyumbangkan 1/3 dari jumlah tersebut, yang berjumlah sekitar $ 500, dan semua biaya yang diperlukan, dicadangkan selama 20 tahun. Sehingga tidak sampai menjadi beban bagi keluarga.

Orangtua gadis tersebut harus menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa putrinya akan menikah setelah dia berusia 18 tahun, dan ketika dia mengenyam pendidikan yang pantas dia dapatkan, dan dia juga akan merawat 111 pohon yang ditanamnya.

Kebiasaan ini juga merupakan terobosan yang cerdas, karena penanaman pohon yang dilakukan bersamaan dengan kelahiran anak ini, memungkinkan bahwa lingkungan dapat menjamin kehidupan populasi yang sedang berkembang.

Tindakan ini, selain menjadi tradisi indah yang memungkinkan untuk memperkuat kasih sayang bagi para wanita, sekaligus berkontribusi terhadap perawatan dan pelestarian lingkungan.

Gehrilal Balai, menanam 111 pohon tahun lalu dan berkomentar bahwa ketika merawat pohon-pohon ini, dia merasakan emosi seperti ketika dia membujuk putrinya untuk tidur.

Pohon-pohon ini melambangkan gadis yang lahir itu sendiri, serta seluruh penduduk desa, yang berusaha merawat gadis itu dan merawat kelestarian pohon-pohon tersebut.

Tradisi ini menciptakan hubungan khusus antara masyarakat dan lingkungan, dan menciptakan lingkungan yang berkelanjutan bagi masa depan masyarakat ini.

piplantri.com

Di Piplantri, 250.000 pohon telah ditanam dalam 6 tahun. Dan tradisi ini telah membawa harmoni dan kedamaian bagi komunitas masyarakat disini, sekaligus memberi kasih sayang baru bagi anak perempuan yang lahir disana.

Lingkungan dan manusia memiliki hubungan yang luar biasa dan istimewa,  dan di dalamnya Anda dapat menemukan solusi indah dan kreatif untuk banyak situasi ketidakpuasan yang ada di dunia saat ini, kita hanya harus memberi diri kita kesempatan untuk membentuk dan menjalani hubungan ini, karena kita tidak pernah tahu seberapa besar sebuah pohon kecil dapat tumbuh di masa depan. (Anggi/ Jul)

Sumber: onegreenplanet.org

Share
Kategori: Budaya BUDAYA TIMUR

Video Popular