Mengalami Kesulitan Dalam Mempelajari Sesuatu? 4 Strategi Ini akan Membantu Anda

366

Erabaru.net. Jika Anda akan belajar sesuatu, ada dua jenis pengetahuan yang harus Anda miliki lebih dulu:

Pertama, pengetahuan tentang subjek yang akan Anda pelajari, seperti matematika, sejarah atau fisika.

Kedua, tahu bagaimana cara belajar yang efektif.

Kabar buruknya adalah bahwa sistem pendidikan telah melupakan salah satu dari mereka. Dan karena mengetahui cara belajar yang efektif adalah salah satu cara untuk sukses dalam dunia akademik, Anda perlu menguasai keterampilan ini sepenuhnya.

“Orangtua dan pendidik, ahli dalam mengajari jenis pengetahuan yang pertama,” kata penulis Annie Murphy Paul. “Kita merasa nyaman membicarakan informasi konkret: nama, tanggal, jumlah, fakta.

Tapi panduan yang kami tawarkan tentang cara belajar itu sendiri, juga mencakup aspek pembelajaran ‘metakognitif’, yang selama ini lebih merupakan sesuatu yang berhasil dipelajari karena kebetulan.”

Untuk memahaminya, penelitian pendidikan terbaru menunjukkan bahwa siswa berprestasi rendah memiliki “defisit yang substansial” dalam memahami strategi yang dapat digunakan untuk memungkinkan seseorang memahami suatu pelajaran.

Berkenaan dengan hal ini, Paul mengatakan bahwa sebagian alasan mengapa siswa memiliki prestasi yang buruk adalah bukan karena mereka bodoh, namun karena mereka tidak tahu bagaimana cara belajar yang efektif.

Dan itu berasal dari aspek budaya.

Henry Roediger dan Mark McDaniel, psikolog Universitas Washington di St. Louis, mengatakan bahwa “Apa yang kita ajarkan dan pelajari adalah campuran teori, tradisi dan intuisi.”

Jadi, mari kita akhiri tradisi tersebut. Berikut inilah strategi yang benar-benar efektif.

Wajibkan diri Anda untuk mengingat

id1-cdn.pgimgs.com

Bagian yang paling tidak menyenangkan dari pembelajaran yang efektif adalah tingkat kesulitannya.

Faktanya, Roedinger dan McDaniel menjelaskan bahwa ketika kita mencoba mempelajari sesuatu yang sulit, seolah-olah kita mencoba mengangkat beban yang beratnya melebihi kemampuan kita.

Tapi memang seperti itu, dengan cara itu, malah akan membuat kita lebih kuat saat kita terus berusaha melakukannya.

Sederhana saja, meski tidak terlalu sederhana, untuk memanfaatkan fakta ini: paksa diri Anda untuk mengingat sebuah fakta. Token, kartu, atau kata kunci, adalah rekan yang hebat dalam hal ini, karena mereka akan memaksa Anda untuk mengingat apa yang tertera disana.

Jangan jatuh ke dalam fluiditas

www.earthwalk.com

Saat Anda membaca sesuatu dan merasa bahwa itu mudah, apa yang Anda alami adalah fluiditas.

Hal itu hanya akan membuat Anda dalam masalah.

Sebagai contoh: Katakanlah Anda berada di bandara dan Anda harus ingat gerbang keberangkatan Anda. Kemudian Anda melihat monitor terminal dan berkata pada diri sendiri, “Ah, B44, itu mudah.” Kemudian Anda berjalan, mengalihkan perhatian pada ponsel, dan segera lupa ke mana tujuan Anda.

Alternatifnya: Anda membaca nomornya dan Anda langsung bertanya “gerbang yang mana ya?” Jika Anda bisa mengingat bahwa jawabannya adalah B44, maka Anda akan baik-baik saja. Jadi Anda harus “memaksa” diri sendiri untuk mengingat dan menjawab.

Hubungkan hal baru dengan yang lama

cdns.klimg.com

“Semakin Anda bisa menjelaskan bagaimana suatu pengetahuan baru berhubungan dengan sesuatu yang sudah Anda ketahui,” kata Roedinger dan McDaniel, “Maka pembelajaran yang lebih kuat, dan hubungan yang Anda ciptakan, akan membantu Anda mengingatnya dengan lebih mudah nanti saat diperlukan.”

Bila Anda menambahkan lorong baru ke labirin pengetahuan yang Anda miliki, Anda sedang melakukannya dengan benar.

Salah satu teknik yang selalu berhasil adalah menciptakan contoh prinsip kehidupan nyata yang baru saja Anda temukan.

Misalnya, jika Anda baru saja belajar tentang perpindahan panas, Anda mungkin bisa segera memesan kopi panas di kedai kopi, kemudian berpikir tentang bagaimana secangkir kopi panas ini mendingin di tangan Anda pada hari di musim dingin, Anda akan lebih mudah mengingat pelajaran tentang perpindahan panas yang Anda pelajari.

Renungkan, renungkan dan renungkan

Melihat kembali adalah sangat efektif. Sebuah studi di Harvard mengungkapkan bahwa para karyawan pusat panggilan telepon, berhasil memperbaiki kinerjanya sebesar 22,8%, setelah mereka menggunakan 15 menit untuk merenungkan kembali pekerjaan mereka, di penghujung hari.

“Ketika orang memiliki kesempatan untuk bercermin, mereka mengalami peningkatan keefektifan diri,” kata Profesor Francesca Gino. “Mereka merasa lebih percaya diri bahwa mereka bisa menyelesaikan banyak hal. Akibatnya, mereka akan berusaha lebih giat dalam apa yang mereka lakukan dan pelajari.”

Sementara, melakukan aktivitas berpikir terlihat seperti aktivitas kerja yang lebih sedikit dan tidak banyak berpengaruh, sebenarnya berpikir justru dapat mengarahkan seseorang pada pencapaian yang lebih tinggi. (Anggi/ Jul)

Sumber: perfecto.guru